HomePublikasiProsiding SeminarProsiding Seminar Material Metalurgi 2005

Prosiding Seminar Material Metalurgi 2005

Prosiding Seminar 0 likes 1.6K views share

Unduh berkas PDF Prosiding Seminar Metalurgi 2005 (berisi abstrak dari setiap makalah)

MAKALAH PEMBICARA
————————————————————————————–
PEMBUATAN BESI NUGGET DENGAN TUNGKU TEGAK
Adil Jamali

PEMBUATAN KALSIUM KARBONAT RINGAN SKALA SEMI PILOT
Edi Herianto

PENINGKATAN KETAHANAN DEZINSIFIKASI PADA KUNINGAN
DARI SKRAP LOKAL
Nurul Taufiqu Rochman, Agus Sukarto Wismogroho, Andi Suhandi, Syuhada dan
Wahyu Bambang Widayatno

PENINGKATAN MUTU BATUBARA NON COKING KALIMANTAN TIMUR SECARA FISIK DAN KIMIA
Rustiadi Purawiardi

PEMANFAATAN ENDAPAN MINERAL (LOGAM) SKALA KECIL
Ir.Yusuf dan Agus Haryono

UJI INHIBITOR ANORGANIK DALAM LARUTAN PORI BETON ARTIFISIAL YANG MENGANDUNG NaCl PADA KOROSI BAJA KARBON
Hartati Soeroso, Harsisto, Bintoro Siswayanti

METODE-METODE ANALISIS DAN PEMILIHANNYA DALAM ANALISIS ANORGANIK MATERIAL DAN METAL
Iwan Setiawan, Murni Handayani

KARBONISASI BATUBARA TEMPERATUR RENDAH
Ir. Rahardjo Binudi

METODE PENGUKURAN KECEPATAN REKRISTALISASI PADA PADUAN Cu-Zn
Budi Priyono

PEMBUATAN LOGAM PADUAN BIOCOMPATIBEL (Co-30%Cr-5%Mo) MELALUI PENGERJAAN TEMPA
Yuswono

SEBUAH PEMIKIRAN UNTUK MENGURANGI PENGANGGURAN DENGAN TERAPAN PENGENDALIAN KOROSI
Harsisto
————————————————————————————–
MAKALAH PESERTA

DAMPAK PENGOTOR LOGAM PADA PRODUKSI RADIOISOTOP
Rohadi Awaludin

CACAT RAPUH PANAS AKIBAT PROSES ROL PANAS DARI MATERIAL Al PADUAN Cu Mg
Saefudin, ST

KETANGGUHAN LAPIS LINDUNG CAT DI UDARA PANTAI
PULAU JAWA
Iing Musalam

STANDAR KEKASARAN PERMUKAAN BIDANG PADA
YOKE FLANGE MENURUT ISO R 1302 dan DIN 4768 DENGAN MEMPERHATIKAN NILAI KETIDAKPASTIANNYA
Bimbing Atedi dan Djoko Agustono

KAPABILITAS PROSES PEMBUATAN KOMPONEN OTOMOTIF
BAHAN S45C DI PT. X
Djoko Agustono, Bimbing Atedi dan Triyono

ANALISIS KOROSI FATIK PADA MATERIAL RUDDER
DAUN KEMUDI KAPAL
Yusuf Afandi

SIMULASI METODA COMPOUND SEPARATION PADA PEMBUATAN INGOT BESI/ BAJA DARI SKRAP DAN PASIR BESI
Agus Sukarto Wismogroho dan Nurul Taufiqu Rochman

KARAKTERISTIK MATERIAL SISTEM SUMBER ION MULTICUSP
Sudarmono dan Silakhuddin.

PENENTUAN KEAUSAN KOMPONEN OTOMOTIF DENGAN TEKNIK
AKTIVASI LAPISAN TIPIS
Sudarmono dan Silakhuddin

PENGECORAN ALUMINIUM UNTUK BUCKET TURBIN PELTON SKALA LABORATORIUM
Budhy Basuki, Djuhana, Bambang Nurwasito

KAJIAN PROSES PENGERINGAN SILIKA PRESIPITAT
Eko Sulistiyono, S.T

PENGUJIAN GAYA TEKUK LOGAM ALUMINIUM
Bambang Herlambang dan Djuhana

BIO COMPATIBLE MATERIALS AS THE POTENTIAL LINK BETWEEN
MATERIALS SCIENCE AND LIFE SCIENCE STUDY CASE :
EXO-SKELETON OF LOBSTER HOMARUS AMERICANS
Andika Widya Pramono

KARAKTERISASI KOMPOSIT TITANIUM DENGAN PENGUAT PARTIKEL SILIKON KARBIDA HASIL PELEBURAN
Gadang Priyotomo

PENGARUH PENAMBAHAN PERAK TERHADAP KEKERASAN PADA
PADUAN PEWTER
Bambang Sriyono dan Praja Firdaus Setiawan

RANCANG BANGUN PEMBUATAN ALAT UKUR SILINDER DENGAN
KAPASITAS DIAMETER 2500 mm
Budhy Basuki S dan Djuhana

PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR-UNSUR MODIFIER Na, Ti DAN Sr
TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PADUAN Al 7% Si
Saefudin, ST

PENGEMBANGAN MATERIAL KOBALT SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI FUNGSI TULANG PADA TUBUH MANUSIA
Gadang Priyotomo

PENGARUH VARIASI SUDUT NOZEL TERHADAP DISTRIBUSI UKURAN BUTIRAN PADA PROSES ATOMISASI TIMAH PUTIH
I Nyoman Gede Putrayasa A dan Bambang Sriyono

PENGEMBANGAN SIMULASI UNTUK STUDI AWAL PENGARUH
KETIDAKRATAAN PERMUKAAN JALAN DAN KECEPATAN TERHADAP KUALITAS RIDE PADA TRAKTOR SEMI TRAILER
Iwan Dwi Antoro

PEMANFAATAN PASIR SILIKA SEBAGAI BAHAN BAKU
PEMBUATAN ENAMELS PORCELAIN
Iwan Setiawan

KOMPOSIT MATRIK LOGAM UNTUK BAHAN MOBIL
Toni B Romiyarso

PENGARUH REDUKSI ROL DINGIN TERHADAP SIFAT
MEKANIK DAN TEGANGAN SISA PADA MATERIAL Cu MURNI
Saefudin, ST

PENGARUH PANAS PADA NANO STRUKTUR MATERIAL PADUAN LOGAM DAN NANO KOMPOSIT LOGAM ANTI KOROSI
Sahlan

USAHA PENGGUNAAN BAHAN BAKU BIJIH BESI LOKAL SERTA PEMANFAATAN FINNES PELLET DAN SCALE SEBAGAI
BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN BESI SPONS
DENGAN REDUKTOR BATUBARA DAN GREENCOKE
Soesaptri Oediyani, Ir. ME., Anistasia Milandia, ST,Nina Nopertina, ST

KARBURASI PERMUKAAN BAJA KARBON RENDAH DALAM PERENDAMAN GARAM SODIUM SIANIDA (NACN) ATAU POTASIUM SIANIDA (KCN)
Sahlan

SISTEM DAN APLIKASI PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL (PEMFC)
Murni Handayani

PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN AUS BAJA KARBON RENDAH MELALUI PROSES VANADISASI PADAT
Bintang Adjiantoro dan Toni B. Romiyarso

SIMULASI KOMPUTER PEMBENTUKAN LEMBARAN LOGAM
(DEEP DRAWING)
Gadang Priyotomo

PENGARUH ANALISA PENAMPANG BENTUK RISER TERHADAP CACAT PENGECORAN LOGAM ALUMINIUM
Budhy Basuki S dan Djuhana

PENELITIAN PEMBUATAN KUPINGAN TELAPAK RANTAI TANK PT 76 DARI BAJA COR SC 80 TERHADAP MAMPU LAS
Sahlan

KAJIAN PROSES EKSTRAKSI UNSUR BESI DARI PASIR KUARSA
Eko Sulistiyono

ANALISIS TEGANGAN CANGKANG PADA INTZE TANK SECARA ANALITIK
Dedi Irawan

ANALISIS KUANTITATIF CAMPURAN SERBUK SiO2 DAN Ca(OH)2 DENGAN DIFRAKSI SINAR X (XRD) MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN LANGSUNG
Murni Handayani dan Iwan Setiawan

PENGUJIAN KEKUATAN TARIK DAN REGANGAN PADUAN
AS CAST Al – Mg DENGAN KADAR Mg 3-9% UNTUK SEAL RING GENERATOR LISTRIK
Bambang Herlambang, Djuhana, Bambang Nurwasito

PERANCANGAN BEJANA BERTEKANAN UNTUK ALAT UJI TEGANGAN DAN REGANGAN
Bambang Herlambang dan Djuhana
————————————————————————————–
PEMBUATAN BESI NUGGET DENGAN TUNGKU TEGAK

Adil Jamali
Kepala UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Tlp. /fax : 0721-350056. E-mail : adilj03@yahoo.com

Abstrak
Tulisan ini membahas hasil penelitian pengolahan pasir besi menjadi besi nugget, butiran besi berdiameter 3 – 5 mm dengan komposisi kimia mendekati atau sama dengan pig iron. Pembahasan meliputi dasar teori proses pembuatan nugget, bahan dan peralatan serta hasil percobaan. Informasi yang relevan dengan pembahasan berasal dari literatur dan hasil percobaan laboratorium. Percobaan dilakukan melalui jalur pembentukan pellet komposit yaitu campuran pasir besi, batubara dan bentonit , reduksi pellet di tungku tegak berdiameter 400 mm serta peleburan ditungku yang sama. Dengan metoda tersebut telah berhasil dibuat besi nugget dengan kadar besi Fe nol antara 92 – 94 %. Nampaknya tungku tegak perlu dicermati lebih jauh, dengan perbaikan sifat fisik pellet , tidak tertutup kemungkinan menjadi reactor yang lebih efisien dibandingkan dengan tungku putar dalam pembuatan besi nugget.
Kata kunci : besi nugget, pasir besi, titanium, pig iron , tungku tegak.

PEMBUATAN KALSIUM KARBONAT RINGAN
SKALA SEMI PILOT
Edi Herianto
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Telah dilakukan percobaan pembuatan kalsium karbonat (CaCO3) ringan skala semi pilot. Bahan bakar yang di gunakan adalah kerosen. Dalam percobaan ada beberapa peralatan memanfaatkan yang ada, diantaranya burner, blower dan agitator, peralatan tersebut memang tidak sesuai dengan kapasitas disain. Sehingga percobaan yang di lakukan tidak maksimal, dan masih banyak mengalami hambatan di dalam percobaan.
Hasil yang di capai dalam percobaan hampir sama dengan yang dilakukan dalam skala laboratorium yaitu bulk density CaCO3 ringan yang di hasilkan sebesar 0.45 gr/cm3 – 0.48 gr/cm3 , hanya saja untuk mencapai pH larutan CaCO3 ringan sama dengan 7, memerlukan waktu sekitar 10 jam. Hal ini dapat di sebabkan oleh energi yang dibutuhkan untuk kalsinasi batu gamping terlalu kecil, sehingga gas CO2 yang di hasilkan juga kecil, akibatnya proses karbonatasi jadi lambat.
Temperatur kalsinasi yang dicapai maksimal pada percobaan hanya 750 oC, sehingga tidak semua batu gamping terkalsinasi secara sempurna, karena temperatur ideal yang diperlukan untuk kalsinasi batu gamping yaitu sekitar 1000 oC. Dalam percobaan ini reaksi pembentukan CaCO3 ringan dapat berjalan hal ini dapat terjadi karena gas CO2 yang terbentuk tidak saja berasal dari proses kalsinasi tetapi juga di hasilkan dari bahan bakar minyak yang digunakan.

PENINGKATAN KETAHANAN DEZINSIFIKASI PADA KUNINGAN DARI SKRAP LOKAL
Nurul Taufiqu Rochman, Agus Sukarto Wismogroho, Andi Suhandi
Syuhada dan Wahyu Bambang Widayatno
Pusat Penelitian Fisika
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Kuningan 6/4 (Cu-40mass%Zn) memiliki sifat mampu bentuk yang baik dan harganya relatif murah, sehingga banyak digunakan untuk peralatan pensuplai air. Namun demikian, karena penggunaan air panas, dan meningkatnya penggunaan ion khlor dalam air untuk membunuh kuman, menyebabkan permasalahan serius pada dezinsifikasi (korosi hanya unsur Zn saja) yang dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Untuk meningkatkan daya tahan dezinsifikasi pada peralatan pensuplai air yang terbuat dari skrap kuningan lokal, dilakukan rekayasa dengan penambahan unsur Sn pada kuningan. Skrap kuningan dicairkan dengan menggunakan tungku arang. Kemudian ditambahkan Sn dalam variasi kadar yang berbeda ke dalam kuningan cair sebelum dituangkan ke dalam cetakan yang terbuat dari baja. Sampel dikarakterisasi dengan mikroskop optik, EPMA (Electron Probe Micro Analysis) dan tes dezinsifikasi dengan menggunakan standar Australia No. AS 2345-1980. Dezinsifikasi dapat diturunkan secara signifikan dengan penambahan Sn sampai pada konsentrasi 0.1% massa. Sementara itu, penambahan berikutnya akan meningkatkan kembali dezinsifikasinya.

Kata kunci: skrap kuningan lokal, korosi, dezinsifikasi, Sn, mikrostruktur
PENINGKATAN MUTU BATUBARA NON COKING KALIMANTAN TIMUR SECARA FISIK DAN KIMIA

Rustiadi Purawiardi
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang

Abstrak
Peningkatan mutu batubara non coking Kalimantan timur dilakukan dengan cara penyaringan batubara dan pengurangan atau penghilangan belerang dari batubara non coking , sehingga tujuan akhir diperoleh batubara yang bersih dan ramah lingkungan. Pada perendaman batubara Loajanan ( ABK ) dengan HCl 2,0 M kadar belerang berkurang 60 %, besi terlarut 0,32%. Pada perendaman batubara asal Perian non coking dengan HCl 2,0 M, kadar belerang berkurang 61 %, besi terlarut 0,44 %.
Kata Kunci: batubara , mutu batubara, ramah lingkungan.

Abstract
The Grade of non-coking coal quality from East Kalimantan is done by filtering the coal and decreasing or loosing the sulfur of non coking coal, so the end purpose is to get the clean coal and clear environment. In the soaked Loajanan sulfur (ABK) with 2,0 M HCl, the decreasing of sulfur assay is 60 %, and dissolved iron is 0,32%. In the non coking-soaked sulfur from Perian with 2,0 M HCl, the decreasing of sulfur is 61 % and dissolved iron is 0,44%.

The key word: coal, the quality of coal, clear environment.

PEMANFAATAN ENDAPAN MINERAL (LOGAM) SKALA KECIL

Yusuf
Agus Haryono
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Indonesia memiliki potensi endapan mineral logam skala kecil yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Endapan mineral logam jenis ini tidak menarik untuk industri pertambangan dalam tingkat global, tetapi memiliki peran penting sebagai : penggerak ekonomi, penyerap tenaga kerja, penyedia bahan baku industri. Kendala pemanfaatan endapan mineral jenis ini berpangkal pada proses yang umumnya dirancang untuk mengolah endapan mineral dalam skala besar dengan segala implikasi teknis dan ekonomisnya. Hal ini dapat diatasi dengan : pemilihan produk, pemilihan proses, maupun kemungkinan pengembangan proses baru. Pengamatan sementara pada kasus pemanfaatan bijih besi skala kecil memberi peluang dan prospek cukup menarik dari sisi teknis dan ekonomis. Meskipun demikian, pengembangan ini tidak mungkin diserahkan hanya pada pihak industri. Peran lembaga riset akan sangat strategis dalam pemanfaatan dan pengembangan mineral tadi

Kata Kunci : Mineral, Logam, Kecil, Tersebar, Proses, Teknologi, Ekonomi.

Abstract
Indonesia has a smale scale metalic mineral deposits distributed around the country. This kind of minerals was not intereted for the big mining company, but has an important role as an economic prime mover, to create jobs and employments, and as a strategic material suppliers for industries. However, development of this kind of resources will never easy, because the available methods and processes usually designed for large operations with its technical and economical consequences. These problems can be relieved by proper selections of products, process, and the possible developments of a new processing technology. A temporary observation on the case of the utilization of small iron ore deposits reveals some interesting prospects and opportunities, both from the technical as well as the economical aspects. However, these developments can not be left.to the industrial society alone. The role of research institutions will be very strategic in the utilization and development of those minerals.

UJI INHIBITOR ANORGANIK DALAM LARUTAN PORI BETON ARTIFISIAL YANG MENGANDUNG NaCl PADA
KOROSI BAJA KARBON

Hartati Soeroso, Harsisto, Bintoro Siswayanti
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong
Abstrak
Penggunaan larutan pori beton artifisial yang merupakan campuran Ca(OH)2 jenuh dan 20 gr/L NaHCO3 dimaksudkan untuk memudahkan penelitian di lingkungan beton yang mudah mengeras dan penambahan 3,5% NaCl mewakili suasanan lingkungan air laut. Jenis inhibitor anorganik yang diteliti dengan metode polarisasi potensial adalah Na poliphospat, Na metasilikat, Na molibdat, dan Na nitrit masing-masing dengan konsentrasi antara 50 hingga 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan, efisiensi inhibitor tertinggi pada penambahan 200 ppm yaitu 99,8% untuk Na metasilikat, 97,8% untuk Na molibdat, 95% untuk Na Poliphosfat.

Kata kunci : beton, baja, korosi, inhibitor, NaNO2, Na-poliphosfat, Na Molibdat dan Na Metasilikat

METODE-METODE ANALISIS DAN PEMILIHANNYA
DALAM ANALISIS ANORGANIK MATERIAL DAN METAL

Iwan Setiawan?, Murni Handayani
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek Puspiptek Serpong

Abstrak
Pengujian komposisi kimia dan sifat fisik dari material didasarkan kepada sifat-sifat yang dimiliki oleh atom dan molekul atau berdasarkan interaksi yang terjadi dengan kalor, panjang gelombang, dan senyawa lain. Dengan bertambahnya jenis material dan semakin spesifiknya sifat-sifat yang diinginkan, maka pengujian material membutuhkan teknik-teknik yang semakin beragam dan relatif rumit.
Dalam bidang anorganik material dan logam, teknik spektroskopi atom dan molekul menjadi sangat berarti didasarkan pada kecepatan pengambilan data, dan banyaknya informasi material yang didapat.
Dalam makalah ini dipaparkan pengujian terhadap sampel anorganik beserta cara pemilihan metode analisis yang cocok untuk sample.

Kata kunci: komposisi kimia, anorganik dan logam, spektroskopi atom, pemilihan metode analisis

Abstract
The testing of chemical composition and physical property from material based on the properties owned by molecule and atom or pursuant to interaction that happened by calor, wavelength, and the dissimilar compound. Increased the material type and specific progressively its nature of the desired, hence the material examination require technique which immeasurable progressively and complicated relative.
In the field of inorganic and metal the atomic and molecular spectroscopy technique, now become very mean relied and significance on a data intake speed, and to the number of information which got.
This handing out described testing for inorganic sample therewith the way of method election that is suitable for sample.

Key words : chemical composition, inorganic material and metal, atomic spectroscopy, selection method of testing.

KARBONISASI BATUBARA TEMPERATUR RENDAH

Rahardjo Binudi
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek Puspiptek Serpong
Desember 2005

Abstrak
Dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak dunia yang tinggi dan berdampak pada meningkatnya harga jual bahan bakar minyak termasuk Minyak Tanah di Indonesia. Minyak Tanah di Indonesia yang selama ini di subsidi menjadi beban yang sangat berat bagi pemerintah Indonesia karena nilai subsidinya meningkat pesat menjadi lebih dari 49 trilun rupiah per tahun dengan penggunaan lebih kurang 10 juta kilo liter per tahun. Untuk mengurangi beban subsidi tersebut maka pemerintah berusaha mengurangi subsidi yang ada dialihkan menjadi subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Namun untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dalam hal ini Minyak Tanah diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan mudah didapat.
Batubara yang jumlah cadangannya di Indonesia cukup besar lebih dari 50 milyar MT, yang tersebar diseluruh penjuru tanah air merupakan kekuatan energi yang cukup besar. Teknologi untuk mengolah batubara menjadi produk lain yang dapat digunakan masyarakat secara aman sedang giat-giatnya untuk dipelajari dan diterapkan oleh beberapa lembaga riset nasional, salah satunya adalah Pusat Penelitian Metalurgi LIPI dengan judul Karbonisasi Batubara untuk menunjang perkembangan industri nasional, terutama pengembangan briket batubara yang dicanangkan lebih 180 ribu ton /tahun
Teknologi Karbonisasi Batubara Temperatur Rendah (KTR) merupakan salah satu alternatif untuk dikembangkan di Indonesia, karena sesuai untuk sifat batubara yang mudah hancur (ukuran 1.33. Sedangkan untuk produk A tidak semua proses memenuhi syarat hal ini terbukti dari beberapa variable yang diamati harga Cp < 1.33, bahkan ada yang < 1.00. Dengan demikian perlu adanya upaya untuk memperbaiki proses pembuatan produk A.
Kata Kunci: Kapabilitas proses, komponen otomotif bahan S45C
Abstract
In order to know whether the production processes of component automotive with the material of S45C in the PT. X are under control, then a capability process measurement has been conducted.To obtain manufacturing capabilities hence conducted by taking some product samples, those are 15 samples for product A and 30 samples for product B.
The results of the analysis show that the production process of product B is totally under control, but for the product A some of variables are out of control. It means that some improvement activities are needed to bring the process of product A back under control.
Keywords: Process capability, S45C material automotive component.

ANALISIS KOROSI FATIK
PADA MATERIAL RUDDER DAUN KEMUDI KAPAL

Yusuf Afandi
Laboratorium Analisa Kerusakan dan Umur Sisa, B2TKS – BPPT
Kawasan PUSPIPTEK Gedung 220 Tangerang Banten

Abstract
Rudder yang terbuat dari material SF 50 (20 Mn) mengalami kehilangan pada bagian daun kemudinya. Untuk menentukan sumber penyebab kerusakan sebagai upaya pencegahan terjadinya kerusakan yang serupa dikemudian hari maka dilakukan analisis meliputi analisis komposisi kimia menggunakan optical emission spectrometry, pemeriksaan metalografi dengan mikroskop optic dan uji kekerasan dengan mesin Frank Weltest. Awal retak terindikasi akibat serangan korosi pada daerah kritis. Serangan korosi menimbulkan adanya retakan akibat kombinasi beban mekanis. Efek retak tersebut akan menimbulkan adanya konsentrasi tegangan di ujung retakan.. Selanjutnya akan terjadi perambatan retak akibat fatik korosi. Sisa penampang tidak mampu lagi menahan beban mekanis sehingga terjadi beban berlebih (Overloading). Hal ini mengakibatkan lepasnya daun kemudi dari kapalnya. Rudder mengalami kerusakan akibat sistem proteksi katodik tidak berfungsi secara sempurna.

Abstract
Rudder made of SF 50 (20Mn) have trouble at steered wheel of ship. To determine the rootcause of rudder failure, it has conducted testing such as visual examination, chemical composition analysis by optical emission spectrometer, metallographic examination by optical microscope metaloplan and hardness measuremen by Frank Weltest machine. Crack initation indicated corrosion attack at critical area. Crack occurred mechanical load combination. Effect of crack stress concentration at crack tip. Crack propagated by fatigue corrosion. Surface area did not resist mechanical loading due to over loading therefore the steered wheel is loss. Rudder failed cathodic protection system aplied unperfecly.

SIMULASI METODA COMPOUND SEPARATION PADA PEMBUATAN INGOT BESI/ BAJA DARI SKRAP DAN PASIR BESI

Agus Sukarto Wismogroho dan Nurul Taufiqu Rochman
Pusat Penelitian Fisika
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek PUSPIPTEK Serpong
Tangerang 15310 Banten
Abstrak

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku besi/ baja cor industri pengecoran di Indonesia, dikembangkan peleburan besi/ baja dari skrap dan pasir besi lokal. Namun demikian di dalam skrap besi/ baja terdapat pengotor seperti Ni, Cu, Pb, Sn, Al, dll yang dalam jumlah relatif banyak dapat menimbulkan masalah pada produk akhir. Sementara itu. pasir besi lokal banyak mengandung unsur Ti dan V yang juga dapat menggumpal pada dasar tungku saat proses peleburan dengan menggunakan kupola. Untuk meningkatkan efisiensi eliminasi pengotor, seperti: Ti, V dan Al, dalam paper ini akan disimulasikan metoda compound separation dengan mengikat/ mereaksikan unsur pengotor dengan unsur lain sehingga terjadi perbedaan berat jenis yang menyebabkan terjadinya pemisahan pengotor dari besi lebur. Simulasi dilakukan dengan perhitungan perubahan (delta) energi standard bebas Gibbs dari reaksi-reaksi antara unsur pengikat, besi, dan pengotor (Ti, V dan Al) dengan menggunakan software HSC Chemistry 5.0. Hasil perhitungan menunjukkan perbandingan kualitatif reaksi antara masing-masing paduan yang terbentuk. Dengan perhitungan berat jenis, fasa, dan kecepatan reaksi dari paduan yang terbentuk, dapat ditentukan unsur yang paling tepat untuk pembersihan (eliminasi) pengotor-pengotor tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Ti, V dan Al dapat dieliminasi dengan bubbling dan penambahan CaF2. Simulasi ini diharapkan dapat diterapkan dalam teknologi compound separation sehingga dapat dipakai untuk mengontrol komposisi besi/ baja sesuai dengan standard yang diinginkan dan dapat ditransfer teknologinya pada industri pengecoran di Indonesia.

Katakunci: Simulasi, energi standard bebas Gibbs, metoda compound separation, pengotor, skrap besi/ baja, pasir besi

KARAKTERISTIK MATERIAL SISTEM SUMBER ION MULTICUSP *)

Sudarmono, Silakhuddin
Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Kawasan Puspiptek Serpong
Abstrak
KARAKTERISTIK MATERIAL SISTEM SUMBER ION MULTICUSP. Telah dilakukan karakteristik material sumber ion komponen akselerator yang memerlukan kevakuman tinggi untuk menghasilkan berkas partikel energi tinggi. Karakteristik dilakukan dengan 2 cara yaitu secara kualitatif dan kuantitatif. Penentuan secara kualitatif dilakukan dengan menggunakan peralatan XRD untuk mengetahui pola difraksinya. Penentuan secara kuantitatif menggunakan peralatan SEM/EDAX yaitu dengan melihat akan adanya unsur-unsur utama pembentuk chromium karbida. Laju korosi dilakukan dengan pengujian kabut garam. Hasil identifikasi sampel baik secara kualitatif dan kuantitatif, diperoleh adanya presipitasi karbida (Cr23C6). Laju korosi yang diperoleh menunjukan bahwa pengurangan massa pada welding metal lebih besar dibanding dengan di daerah logam induk maupun di daerah kena pengaruh panas.
Kata kunci : Presipitasi karbida, laju korosi, Sumber-ion.
Abstract
CHARACTERIZATION AT THE ION SOURCE MULTICUSP MATERIAL. The characterization at the ion source accelerator component was done by mean the qualification and the quantity. The qualification and quantity of chromium carbide was performed by using X-ray diffraction and SEM-EDAX. The corrosion was performed by using salt spray. The results of sample characterization, shows that there is chromium carbide. Experiment result using salt spray method shows that the corrosion occur in the welding metal is higher than base metal and heat effect zone.

Key word : Chromium carbide, Corrosion, Multi-cusp

PENENTUAN KEAUSAN KOMPONEN
OTOMOTIF DENGAN TEKNIK AKTIVASI LAPISAN TIPIS

Sudarmono, Silakhuddin
Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
PENENTUAN KEAUSAN KOMPONEN OTOMOTIF DENGAN METODE AKTIVASI LAPISAN TIPIS. Telah dilakukan penentuan keausan komponen otomotif dengan teknik aktivasi lapisan tipis (TLA). Dalam hal ini komponen sepeda motor ring piston disinari dengan partikel proton dari mesin siklotron. Besarnya tingkat keausan ring piston ditentukan oleh banyaknya butiran yang terkikis dari komponen tersebut ketika mesin dijalankan. Hal ini dapat dideteksi dengan mengukur tingkat kenaikan keradioaktivan pada minyak pelumas ataupun tingkat penurunan keradioaktivan pada permukaan komponen dengan menggunakan alat penganalisa Multichannel Analysis (MCA). Dengan suatu kalibrasi, jumlah butiran yang terkikis selama proses keausan dapat ditentukan secara kuantitatif. Hasil tingkat keausan minimum yang diperoleh yaitu 8 mgr selama waktu operasi 5 jam. Hasil ini tidak berbeda dengan nilai ketepatan yang dikemukakan oleh T. Delvigne yaitu keausan pada komponen-komponen otomotif adalah sebesar ?10 mgr.

Abstract
THE DETERMINATION OF WEAR LEVEL ON THE OTOMOTIVE COMPONENT MATERIAL BY THIN LAYER ACTIVATION METHOD. The determination of the wear of a motor cycle component by using thin layer activation analysis method was done. In the determination, a motorcycle piston ring was activated by proton beam and then was operated on the real machine. The wear measurement was determined by measurement of level radioactivity of lubricant oil by multichannel analyzer. The minimum wearing level is 8 mgr, duration that can detects a wear was 5 hours. This result is same with the result of T.Delvigne namely is less than 10 mgr

PENGECORAN ALUMINIUM UNTUK BUCKET TURBIN PELTON SKALA LABORATORIUM
Budhy Basuki, Djuhana, Bambang Nurwasito
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
Abstrak
Sistem turbin Pelton skala laboratorium telah dirancang dan dibuat . Salah satu bagian penting yang harus dibuat adalah bucket memiliki persyaratan yaitu harus ringan dan kuat. Proses yang dirancang untuk membuat bucket-bucket tersebut yaitu dicor /casting dan menggunakan bahan aluminium paduan. Proses pengecoran yang dilakukan dimulai dari persiapan pembuatan pola, cetakan dan peleburan aluminium. Kemudian untuk mengetahui sifat mekanik dilakukan uji kekerasan. Hasil pengujian kekerasan diperoleh rata-rata adalah 117 BHN dan 124 BHN
Abstract
The Pelton turbin laboratorium have been the design and make. In the component is bucket must be make light and strength.

KAJIAN PROSES PENGERINGAN SILIKA PRESIPITAT

Eko Sulistiyono, S.T
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Intisari
Proses pengeringan merupakan salah satu tahapan yang penting dalam pembuatan silika presipitat yang ringan. Silika presipitat yang diperlukan untuk keperluan mineral industri yang memiliki bulk density yang berada dibawah 0,3 gr/cm2 . Bahan yang digunakan untuk percobaan adalah hasil proses penggumpalan water glass dengan perbandingan 1 : 2. Proses pengeringan dilakukan pada temparatur antara 80OC sampai 120OC. Waktu proses pengeringan 10 jam dengan interval yang diamati 2 jam. Sebagai parameter keberhasilan adalah dihitung berdasarkan bulk density yang diperoleh dari hasil percobaan.
Abstract
Process drying represent one of important step in making silica of light presipitat. Silica presipitat that is needed for mineral of industry owning bulk density residing in under 0,3 gr/cm2 . Substance used for the attempt is result process coagulation of water glass with comparison 1 2. Process of drying conducted at temparatur of between 80OC until 120OC. Time process drying 10 hours with interval perceived by 2 hours. As parameter of efficacy is counted by pursuant to bulk density obtained from attempt result.

Kata Kunci : Silika Presipitat, Proses Pengeringan, Water Glass

PENGUJIAN GAYA TEKUK LOGAM ALUMINIUM

Bambang Herlambang, Djuhana
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang

Abstrak
Gaya tekuk merupakan gaya kritis dimana suatu batang yang diberi gaya tekan pada salah satu ujungnya sedangkan ujung yang lain tetap mengalami lekukan. Pengujian gaya tekuk dilakukan dengan mengukur panjang dan diameter batang uji ketika diberi gaya tekan. Dengan menggunakan persamaan Euler untuk gaya tekuk maka gaya tekuk batang uji dapat diketahui.
Dalam penelitian ini dilakukan pengujian gaya tekuk batang uji yang terbuat dari bahan logam aluminium. Diameter batang uji adalah 6 mm dan panjang batang uji adalah 450 mm. Sedangkan pembebanan yang diberikan adalah 100 gram. Jenis dudukan yang digunakan adalah engsel – jepit dan engsel – engsel.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa gaya tekuk aluminium dengan dudukan jepit – jepit paling tinggi dibandingkan dengan gaya tekuk pada dudukan engsel – jepit dan engsel – engsel. Hal ini disebabkan oleh nilai panjang efektif batang uji pada dudukan jepit – jepit paling kecil dibandingkan dengan pada dudukan engsel – jepit dan engsel – engsel sehingga dibutuhkan gaya paling besar untuk terjadinya tekukan.
Abstract
Buckling force is critical force given on a bar at one of its edge, while another edge is fixed causes buckling on the bar. The test is performed by measuring diameter and length of a bar when a buckling force is applied to the bar. Buckling force of the bar can be determined by using Euler equation.
In this research a buckling test of a bar made of aluminum has been done. The bar dimension are 6 mm in diameter and 450 mm in length. The weighing applied on the bar was 100 grams, while the fixture types used were hinge – clamp and hinge – hinge.
The test results show that buckling force of aluminum with clamp – clamp fixture was largest than hinge – hinge and clamp – hinge fixtures. This is due to effective length of aluminum with such fixture is smallest than others so that it needs largest force to make buckling on the specimen.
Kata kunci: Gaya tekuk, aluminium, persamaan euler, dudukan engsel, dan dudukan jepit.
Keywords: Buckling force, aluminum, Euler equation, hinge fixture and clamp fixture.

REVIEW BIO-COMPOSITE MATERIALS AS THE POTENTIAL LINK BETWEEN MATERIALS SCIENCE AND LIFE SCIENCE
STUDY CASE: EXO-SKELETON OF LOBSTER HOMARUS AMERICANUS

Andika W. Pramono
Research Center for Metallurgy – Indonesian Institute of Sciences
Kawasan PUSPIPTEK – Serpong 15314 – Indonesia
E-mail: andika_pram@yahoo.com

Abstract
The large number of bio-diversity in Indonesia allows a possible deeper exploration on bio-material based on animal species. The examination on the structure of such material leads to the knowledge of bio-composites which is highly efficient in nature. As a composite material developed by nature, the exo-skeletons of arthropods and crustaceans function not only mechanically but also chemically. Chemically, these exo-skeletons become the major source for the chitin-protein which has various wide applications in human’s life. As the characteristics of the bio-composite material have been disclosed, a new motivation may arise to mimic or to simulate the properties of such material. Even though, the research activity about the bio-composite material has been internationally initiated, Indonesia still has a lot of chance to take a part by relying on the national bio-diversity. The possibility of research covers the aspects of physics, chemistry, as well as mechanical properties. To provide a good start, a conducted study case on the cuticle (hard skin) of lobster Homarus Americanus will be briefly discussed.

Abstrak
Keragaman bio-diversivitas Indonesia memungkinkan untuk dilakukannya observasi lebih dalam tentang bio-material yang terdapat pada spesies binatang. Penelaahan mendalam pada struktur dari material tersebut membawa kita pada isu bio-komposit yang secara alami sangat efisien. Sebagai bahan komposit yang tersedia oleh alam, exoskeleton (rangka luar) dari arthropoda dan krustacea berfungsi tidak hanya secara mekanis tetapi juga kimiawi. Secara kimiawi, exoskeleton ini merupakan sumber utama bagi tersedianya protein chitin yang memiliki aplikasi luas dalam kehidupan manusia. Apabila karakteristik dari bahan bio-komposit in telah sepenuhnya dipahami, tidak menutup kemungkinan adanya tendensi untuk meniru atau men-simulasi sifat-sifat bahan tersebut. Walaupun, kegiatan riset berkenaan dengan bahan ini telah dimulai di seluruh dunia, Indonesia masih memiliki banyak kesempatan dengan mengedepankan bio-diversitivitas nasional. Kesempatan untuk riset dan pengembangan meliputi aspek fisika, kimia, dan sifat mekanis. Sebagai awal yang baik, studi kasus yang telah dilakukan pada kutikula lobster Homarus Americanus akan dibahas secara singkat.

Keywords: bio-composite material, chitin-protein, chitosan, Bouligand layers, epicuticle, exocuticle, endocuticle

KARAKTERISASI KOMPOSIT TITANIUM DENGAN PENGUAT PARTIKEL SILIKON KARBIDA HASIL PELEBURAN
Gadang Priyotomo
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Material titanium dengan penambahan partikel SiC mempunyai karakterisasi sebagai material komposit. Penambahan konsentrasi partikel SiC dapat meningkatkan sifat bahan. Penambahan dengan variasi konsentrasi partikel SiC 1% wt dan SiC 3% wt dilakukan dengan metode peleburan levitasi secara vakum pada temperatur lebih dari 20000C
Pada konsentrasi SiC 1% wt terlihat adanya paduan baru terbentuk berupa paduan TiC dan Ti3Si sedangkan pada konsentrasi 3% wt, paduan TiC dan Ti3Si semakin tinggi kadarnya. Selain partikel SiC yang tidak terlarut, paduan TiC dan Ti3Si juga sebagai penguat. Penguat-penguat ini berbentuk jaringan-jaringan dan lamel-lamel.
Abstract
Titanium material with adding SiC particles have characterization as composite material. The addition of particles of SiC concentration can increase matter properties. The addition of SiC 1%wt and 3% wt concentration can be conducted with method of levitation melting with temperature over than 20000C
The concentration of 1 % wt SiC is shown new alloys such as TiC and Ti3Si in the other side the concentration of 3 % wt SiC, alloy of TiC and Ti3Si increase gradually. Beside SiC particle that is insoluble, alloy of TiC and Ti3Si also are as reinforcement of titanium. These reinforcements have shape of network and lamellas.

PENGARUH PENAMBAHAN PERAK TERHADAP KEKERASAN PADA PADUAN PEWTER

Bambang Sriyono *)
Praja Firdaus Setiawan **)
*) Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek Puspiptek Serpong
**) Alumni Jurusan Mesin -ISTN

Intisari
Dalam tulisan ini akan dibahas hasil percobaan pengaruh penambahan perak pada paduan pewter (Sn-Cu-Sb) terhadap kekerasan.
Hasil percobaan menunjukkan semakin banyak penambahan perak pada paduan pewter akan menaikkan kekerasan.

Abstract
This paper described about the experimental results of the effect of Ag addition into Pewter alloy (Sn-Cu-Sb alloy) on hardness.
The experiments were carried out that by addition of Ag, the hardness of pewter alloy increase

KATA KUNCI : Paduan pewter, perak, kekerasan, hasil coran dan proses homogenisasi

RANCANG BANGUN PEMBUATAN ALAT UKUR SILINDER DENGAN KAPASITAS DIAMETER 2500 mm
Budhy Basuki dan Djuhana
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang
Abstrak
Dalam pengukuran poros generator Pembangkit Listrik Tenaga Air sulit dilaksanakan karena diameternya 2500 mm, presisi dan harus dilakukan di tempat/di lapangan. Peralatan untuk itu tidak tersedia. Untuk mengatasi hal tersebut telah dibuat alat ukur untuk poros berdiameter 2500 mm. Pengukuran menggunakan sistem tiga titik ukur. Untuk mengetahui tingkat ketelitiannya dilakukan komparasi dengan mesin tiga koordinat Coordinat Measuring Machine. Komparasi dilakukan dengan membandingkan silindrometer dengan kalibrator. Hasil komparasi menujukkan perbedaan cukup kecil yaitu 0,008 mm.
Abstract
The measurement of generator shaft at HEPP is very difficult due to its diameter (2500 mm), and shall be in situ/ at field. The equipment is not available. For solving the problem, it has been made an instrument to measure 2500 mm generator shaft. The measurement apply trigonal points system. The level of accuracy is then compared with Coordinat Measuring Machine. The comparison came from cylindrometer and calibrator measurements. The difference between cyllindrometer ND calibrator result is 0,008 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR-UNSUR MODIFIER Na, Ti DAN Sr TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PADUAN Al–7%Si

Saefudin
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong
Abstract
To increase the nature of mechanic at alloying Al-7%Si conducted by enhancing elements of modifier Na, Sr and Ti content which relative minimize. Result of attempt indicated that by a hardness, interesting strength, and assess higher impact from alloying Al-7%Si which is without conducted by addition of element modifier. Use of better element modifier Ti and Sr from at use of element of modifier Na, because interesting stength and his hardness is higher. Use of element of modifier Sr can improve value of highest impact. But interesting strengh and his hardness is lower the than at addition of element of modifier Ti.

Abstrak
Untuk meningkatkan sifat mekanik pada paduan Al–7% Si dilakukan dengan cara menambahkan unsur-unsur modifier Na, Sr dan Ti dalam kandungan yang relatif kecil. Hasil percobaan ditunjukkan bahwa kekerasan, kekuatan tarik, dan nilai impak lebih tinggi dari pada paduan Al-7%Si yang tanpa dilakukan penambahan unsur modifier. Penggunaan unsur modifier Ti dan Sr lebih bagus dari pada penggunaan unsur modifier Na, karena kekuatan tarik dan kekerasannya lebih tinggi. Penggunaan unsur midifier Sr dapat meningkatkan nilai impak yang paling tinggi. Tetapi kekuatan tarik dan kekerasannya lebih rendah dari pada penambahan unsur modifier Ti.

PENGEMBANGAN MATERIAL KOBALT SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI FUNGSI TULANG PADA TUBUH MANUSIA

Gadang Priyotomo
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Material kobalt khususnya paduan Co-Cr-Mo mempunyai sifat biokompatibilitas terhadap tubuh yang tinggi, sifat mekanis yang bagus, tahan keausan dan ketahanan korosi yang baik. Pengaruh perlakuan panas hingga 12600C menyebabkan tertahannya transformasi fasa ? menjadi fasa ? martensit. Peningkatan holding time juga meningkatkan kadar fasa ? (200).
Kekuatan luluh menurun seiring dengan meningkatnya temperatur anil pada material. Pelarutan unsur unsur paduan juga harus diberikan perhatian besar pada jaringan tubuh terutama unsur Molibdenum

Abstract
Cobalt material particularly Co-Cr-Mo alloy have higher biocompability in human body, good mechanical properties, wear resistance and excellent corrosion resistance. The influence of heat treatment up to 12600C of temperature causes the retaining of phase transformation of ? to ? phase of martensite. The increasing of holding time also enhances ? phase concentration.
Yield strength decreases with increasing annealing temperature on material. The dissolving of alloy elements also must be given great attention in body tissue particularly molybdenum.

PENGARUH VARIASI SUDUT NOZEL TERHADAP DISTRIBUSI UKURAN BUTIRAN PADA PROSES ATOMISASI TIMAH PUTIH
I Nyoman Gede Putrayasa A dan Bambang Sriyono
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek Puspiptek Serpong

Abstrak
Telah dilakukan percobaan pembuatan serbuk timah dengan menggunakan metoda proses atomisasi semprot udara. Parameter proses yang divariasikan adalah sudut kemiringan nozel sebesar 30o dan 60o . Tekanan udara yang dipakai berkisar antara 23 sampai 18 kg/cm2 dan temperatur lebur pada keadaan konstan sebesar 400o C Hasil optimum didapat pada tekanan 22 sampai 18 kg/cm2 dengan sudut kemiringan nozel sebesar 30o.

Abstract
Have been done by making powder tin attempt by using method process atomization spray air. Process parameter which the variation of inclination nozel angle corner of equal to 30o and 60o . Air pressure weared to range from 23 until 18 constant molten kg/cm2 temperature in the situation equal to 400o C. Optimum result was gained in pressure 22- 18 kg/cm2 with inclination nozzle angle corner of equal to 30 o.
PENGEMBANGAN SIMULASI UNTUK STUDI AWAL PENGARUH KETIDAKRATAAN PERMUKAAN JALAN DAN KECEPATAN TERHADAP KUALITAS RIDE PADA TRAKTOR SEMI TRAILER

Iwan Dwi Antoro
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan simulasi untuk studi awal pengaruh ketidakrataan permukaan jalan dan kecepatan terhadap kualitas ride pada traktor semi trailer. Kualitas ride suatu kendaraan berhubungan dengan kenyamanan yang dialami penumpang di dalam kendaraan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas ride adalah vibrasi pada kendaraan. Vibrasi pada kendaraan disebabkan berbagai macam sumber getar. Biasanya ketidakrataan permukaan jalan merupakan sumber getar yang siknifikan yang mengeksitasi getaran pada kendaraan. Untuk menilai kualitas ride traktor semi trailer maka dikembangkan suatu model traktor semi trailer yang memiliki 12 derajat kebebasan. Persamaan matematika dari model ini diturunkan dengan menggunakan prinsip Hamilton dan dianalisa dalam domain frekuensi, yang selanjutnya disimulasikan dalam program komputer dengan menggunakan MATLAB.
Abstract
Have been conducted the research of the development of simulation for preliminary study of the influence of road irregularities and velocity to the ride quality of tractor semi trailer. The ride quality of vehicle is concerned to the comfortness experienced by passenger in vehicle. One of the factors which influences ride quality is vehicle vibration. Vibration on vehicle is caused by various vibration sources. Generally, road irregularities are significant vibration source which excitate the vibration of vehicle. To asses ride quality of tractor semi trailer, have been developed a tractor semi trailer model which had 12 (twelve) degree of freedom. Mathematical equation of the model is derived by using Hamilton principle and to be analyse in frequency domain, then simulated in computer program using MATLAB.

Kata kunci : simulasi, ride, vibrasi, derajat kebebasan, Hamilton, MATLAB, ISO 2631, akar rataan kuadrat (root mean square / RMS), frekuensi, kerapatan spektrum daya (power spectral density / PSD)

PEMANFAATAN PASIR SILIKA
SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ENAMELS PORCELAIN

Iwan Setiawan
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek Puspiptek Serpong

Abstrak
Salah satu sistem pelapisan yang umum digunakan untuk keperluan aplikasi alat-alat industri yaitu pelapisan dengan menggunakan enamels porcelain yaitu suatu jenis inorganic coating yang berbasis silika.
Sampai saat ini bahan untuk pembuatan enamels ini sangat tergantung pada impor, sedangkan Indonesia mempunyai banyak pasir silika dengan kualitas cukup baik, sehingga sangat diperlukan penguasaan teknologi pemanfaatan pasir silika ini sebagai bahan untuk membuat enamels.
Penelitian ini menitikberatkan pada pembuatan sistem enamels dan aplikasinya pada poduk yang berbasis baja dan besi cor. Karakterisasi yang dilakukan terhadap enamels yaitu menggunakan XRD, DTA dll.

Kata kunci : enamels porcelain, pasir silika, oksida, pelapisan, aplikasi enamels

KOMPOSIT MATRIK LOGAM UNTUK BAHAN MOBIL
Toni B. Romiyarso
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Komposit matrik logam (KLM) adalah bahan yang ringan dan merupakan material rekayasa yang dibuat dari penggabungan dua atau lebih material konvensional yang mempunyai sifat-sifat lebih unggul bila dibandingkan dengan material pembentuknya. Material tersebut mempunyai matriks dan penguat yang bermacam-macam. Keunggulannya antara lain mempunyai kombinasi yang bagus dari ratio stiffness, kekuatan pada temperatur kamar dan temperatur tinggi, mempunyai modulus spesifik, kekuatan lelah, ketahanan aus, ketahanan abrasi, ketahanan mulur dan konduktifitas panas yang tinggi. Karena sifat-sifat tadi, material ini telah digunakan untuk pemakaian pada mobil dan motor (otomotif). Pembuatan KML ini dilakukan dengan berbagai macam cara.
Abstract
Metal Matrix Composite (MMCs) is light substance and represents engineer materials consisting of two or more conventional materials and having pre-eminent nature when compared to individual material. MMCs has various matrices and reinforcements. The advantage of MMCs includes a good combination of stiffness ratio, low and high temperatur strength, specific madulus, yield strength, wear resistance, abrasion resistance, ductile recelience and high thermal conductivity. Based on these properties, the material has been used in cars and motorcycle (automotive). The manufacture of MMCs is done through various methods.
KATA KUNCI : KML, matriks, reinforce, mobil, proses.

PENGARUH REDUKSI ROL DINGIN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN TEGANGAN SISA PADA MATERIAL Cu MURNI

Saefudin
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstract
Have been conducted by a influence presentase research reduce cold rol to nature of stress relief and mechanic of is rest of pure metal Cu. Result of attempt indicated that by pure metal Cu do not experience of strain ossification. Make up of thicle discount value from 25% up to 80%, interesting strength, and so do assesss. Strain only just experience of degradation, although at highest discount. Improvement from 25% tile 80% foloeed with improvement of a lot of item ,cold work ship rol of pure Cu experient of rekristalization. Existence process rekristalization in workmanship of cold rol at pure Cu, in such a way till sheet metal of pure Cu accep heat at temperature of is above temperature rekristalization. At acquirement of stress relief of is rest of result of cold rol from discount of excelsion resolt of stress relief of low remainns, pursuant to calculation. But evaluated from micro structure result of this compatible, cause at result of cold roled metal of pure Cu experient of rekristalization, this rekristalization because of the happening of friction and high pressure of between rol and object work so that arise high heat enough which to passe of boundry of rekristalization metal of pure Cu that is 121oC. and this rekristalization that happened will not destroy atom formation, till handicap of atom or slipe cause of when experiencing of the mentioned will arise stress relief of is rest of but at rekristalization of atom lapped over regular become new item is wihich do not generate stress relief of the remains. Compatable hence when metal of pure Cu of stress relief of low the rest at his excelsior reduce cold rol at metal of pure Cu of stress relief of low the rest at his excelsior reduce cold rol at metal of pure Cu. This fact of pursuant to result of calculation of stress relief of is rest of and analyse his structure.

Abstrak
Telah dlakukan penelitian pengaruh presentase reduksi rol dingin terhadap sifat mekanik dan tegangan sisa pada Cu murni. Hasil percobaan ditunjukkan bahwa logam Cu murni mempunyai mampu bentuk yang sangat baik, selama pengerjaan rol dingin, Cu murni tidak mengalami pengerasan regangan. Peningkatan nilai reduksi tebal dari 25% sampai dengan 80%, kekuatan tarik, demikian juga nilai regangan hampir tidak mengalami penurunan, walaupun pada reduksi yang paling tinggi. Hasil perhitungan banyak butir ditunjukkan bahwa peningkatan reduksi tebal dari 25% hingga 80% diikuti dengan peningkatan banyak butir. Pengerjaan rol dingin Cu murni mengalami rekristalisasi. Adanya proses rekristalisasi dalam pengerjaan rol dingin pada Cu murni, disebabkan karena proses gesekan antara komponen rol dan pelat logam Cu murni, sedemikian hingga pelat logam Cu murni menerima panas pada suhu diatas suhu rekritalisasi.Pada perolehan tegangan sisa hasil rol dingin dari reduksi semakin tinggi hasil tegangan sisa rendah, berdasarkan perhitungan. Tetapi ditinjau dari struktur mikro hasil ini cocok, sebab pada hasil pengerolan dingin logam Cu murni mengalami rekristalisasi, rekristalisasi ini di sebabkan oleh terjadinya gesekan dan tekanan tinggi antara rol dan benda kerja sehingga timbul panas cukup tinggi yang melampoi batas rekristalisasi logam Cu murni yaitu 121oC. Dan rekristalisasi ini yang terjadi tidak akan merusak susunan atom, hingga cacat atom atau slip, sebab bila mengalami hal tersebut akan timbul tegangan sisa tetapi pada rekristalisasi atom tersusun teratur menjadi butir baru yang tidak menimbulkan tegangan sisa tersebut. Maka cocok bila logam Cu murni tegangan sisanya rendah pada semakin tingginya reduksi rol dingin pada logam Cu murni.Ini fakta berdasarkan perhingan tegangan sisa dan analisa strukturnya.

PENGARUH PANAS PADA NANOSTRUKTUR MATERIAL PADUAN LOGAM DAN NANOKOMPOSIT LOGAM ANTIKOROSI

Sahlan
P3TIP, BPPT
Fakultas Teknik, Universitas Krisnadwipayana

Abstract
In most of studies involving nanocrystalline materials (NsM), the value of n is different from the value of 0,5, deduced from the parabolic relationship for grain growth. Thus, in addition to zener drag (where a particle interacts with the grain boundary to reduce the energy of the boundary-particle system and restrains the boundary movement, other mechanisms such as pinning of grain boundaries by pores, solute atoms or inclusions may also be operative. The fact that pores and impurity doping have cosiderable effect on the grain growth characteristics was demonstrated in TiO2. For an initial grain size of 14 nm, when the porosity was about 25%, the grain size (after annealing for 20 h at 700o C) was 30 nm. When the porosity was reduced to abaot 10%, the grain size for a similar annealing treatment was dramatically increased to 500 nm. Elevated temperatures seem to affect the microstructure of NsM by one or both of the following two types of processes grain growth or/and temperature-induced variations of the atomic structure.

Kata Kunci: Material Nanostrukutral (NsM),nanokomposit, pertumbuhan butiran, struktur atomik.

USAHA PENGGUNAAN BAHAN BAKU BIJIH BESI LOKAL SERTA PEMANFAATAN FINNES PELLET DAN SCALE SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN BESI SPONS DENGAN REDUKTOR BATUBARA DAN GREENCOKE

Soesaptri Oediyani, Ir., ME.,Anistasia Milandia, ST,Nina Nopertina, ST
Jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Teknik
Universitas Sutan Ageng Tirtayasa

KARBURASI PERMUKAAN BAJA KARBON RENDAH DALAM PERENDAMAN GARAM SODIUM SIANIDA (NaCN) ATAU POTASIUM SIANIDA (KCN)

Sahlan
Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
P3TIP-BPPT

Abstract
Low-carbon, or mild, steels are produced in greater tonnages than all other steels combined. Mild steels is cheap, soft, ductile, and readily welded. However, it cannot be heat-treated. Mild steels are used to produce car bodies, appliance, bridges, tanks and pipe. Low-carbon steels (content 0,05-0,32%C), which as a rule are readily machinable, can have their surface layers carburized and subsequently hardened. This treatment, called case hardening, gives the steel a hard and wear-resisting surface or case. By virtue of the core remaining comparatively soft and tough the component as a whole shows high impact strength. Owing to the development of compressive stresses in the surface layers during the case-hardening treatment the fatique strength of the steel is also increased. Carburization is effected either in solid media (carburizing compounds), in salt baths or in gases at temperatures normally between 825oC and 925oC. The transport of carbon from the carburizing medium always takes place via a gaseous phase, usually carbon monoxide (CO). The active carburizing agent in a salt bath is sodium cyanide (NaCN) or potassium cyanide (KCN). It is believed that the carburization proceeds via gaseous phase. The first reaction takes place at the interface between the salt bath and the atmosphere; the other two reactions take place at the interface between the salt bath and steel. Some of nitrogen liberated by reaction is also taken up by the steel.

Kata Kunci : Baja karbon rendah, Karburisasi, sodium sianida

SISTEM DAN APLIKASI
PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL (PEM FC)

Murni Handayani
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Dengan semakin meningkatnya harga bahan bakar minyak saat ini diperlukan suatu pemikiran untuk mencari sumber energi alternatif yang lebih efisien dan lebih menguntungkan. Sumber energi fuel cell mempunyai efisiensi tinggi dan ramah lingkungan yang dapat menjadi kandidat untuk menggantikan mesin pembakaran internal. Fuel cell adalah suatu peralatan elektrokimia yang mengkonversikan energi kimia dari reaktan secara langsung yang menghasilkan listrik, panas dan air. Salah satu tipe fuel cell adalah PEMFC (Proton Exchange Membrane Fuel Cell), beroperasi pada temperatur 30°C sampai 80°C dan menggunakan membran elektrolit sebagai Proton Exchange Membrane (PEM). Dalam sel tunggal PEM Fuel cell terdiri dari empat komponen dasar yaitu membran, elektroda, lapisan difusi gas dan plat bipolar yang mana keempat komponen tersebut sebagai fungsional utama untuk terjadinya reaksi dan bekerjanya fuel cell. PEM FC banyak diaplikasikan terutama pada industri automotif dan peralatan elektronik portable.

Abstract
In this time, with growing of oil fuel price is needed an idea to look for alternative energy source which having more efficient and beneficial. Energy source of fuel cell having high efficiency and environment friendly able to become candidate to replace internal combustion engine. Fuel Cell is an electrochemical energy conversion device of reactant directly that produces electricity, heat and water. PEM FC (Proton of Exchange Membrane Fuel Cell) is one of fuel cell operating on temperature 30°C until 80°C and use electrolyte membrane as Proton Exchange Membrane (PEM). In single cell of PEM Fuel Cell consist four fundamental component that is membrane, electrode, gas diffusion layer and bipolar plate which fourth component mentioned as especial functional to the happening of reaction and work of fuel cell. Application of PEM FC is especially at automotive industries and equipments of electronic portable.

Keywords : Alternative energy, Fuell Cell, PEMFC

PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN AUS BAJA KARBON RENDAH MELALUI PROSES VANADISASI PADAT

Bintang Adjiantoro dan Toni B. Romiyarso
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Pengerasan permukaan terhadap baja karbon rendah dengan proses vanadisasi padat telah dilakukan, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kekerasan dan katahanan aus. Bahan yang digunakan pada percobaan adalah campuran serbuk: Fe-V, NH4Cl dan Al2O3. Variasi kondisi parameter suhu pemanasan adalah 800oC dan 875oC dengan waktu penahanan selama; 1, 3 dan 5 jam. Dari percobaan tersebut diperoleh capaian peningkatan nilai kekerasan, yaitu 464 HV atau naik 185 % dan ketahanan aus naik 49,2 % terhadap bahan awal. Kondisi parameter ini dicapai pada suhu 875oC dengan waktu penahanan 5 jam.

Abstract
Surface hardening test of low carbon steel by solid vanadization process has been done, and aimed to increase the hardness and wear resistance of its surface. The materials used for the test were the mixed powder: Fe-V, NH4Cl and Al2O3. Parameter codition of the tests were various, such as 800oC and 875oC with holding time for 1, 3 and 5 hours. The test result shows that the hardness can be increased to 464 HV or increase 185 % and wear resistance to increase 49,2 % respectively their initial. The parameter codition for this achievement is 875oC for temperature and 5 hour holding time.

KATA KUNCI :
Poses vanadisasi, besi cor kelabu, kekerasan ketahanan aus.

SIMULASI KOMPUTER PEMBENTUKAN LEMBARAN LOGAM (DEEP DRAWING)
Gadang Priyotomo
Staf Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Proses pembentukan lembaran logam khususnya deep drawing membutuhkan desain peralatan yang akurat dan presisi dalam menghasilkan produk yang optimal. Proses ini dapat dilakukan dengan simulasi komputer untuk analisa desain. Metode simulasi komputer menggunakan metode elemen hingga. Sehingga ini dapat mempercepat proses produksi dan mengurangi biaya produksi khususnya disain perencanaan di bidang industri manufaktur kendaraan bermotor.
Abstract
Process of metal sheet forming especially deep drawing needs design of tool accurately and precisely in producing the optimally product. This process can be done with computer simulation to analyze a design. Method of computer simulation uses finite element method (FEM). So this can increases process of production and reduces cost of product especially the planning of design in industry of automobile manufacture.

PENGARUH ANALISA PENAMPANG BENTUK RISER TERHADAP CACAT PENGECORAN LOGAM ALUMINIUM
Budhy Basuki dan Djuhana
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang

Abstrak
Porositas pada pengecoran logam dapat disebabkan terjadi kegagalan fungsi pada riser untuk mengantisipasi penyusutan. Pada penelitian ini bermuara untuk mengetahui pengaruh bentuk penampang riser terhadap cacat pengecoran. Struktur penampang riser yang dibandingkan adalah bentuk bulat dan segi empat. Dalam pengecoran media yang digunakan adalah dengan cetakan pasir. Hasil yang di dapat dalam bentuk penampang riser sangat berpengaruh terhadap terjadinya cacat coran.

Abstract
Porosity to defect steel may be propagated by to the faillure of riser to antivitasion shrinkage rates. To this researsh is to akses the influence of the riser to porouns defect. Structure section of riser to be compared is between circle shape and rectangular. The casting to the experience proses is used sand casting. The research result shows that section of riser investigate influence to the porosity sand casting defect.

PENELITIAN PEMBUATAN KUPINGAN TELAPAK RANTAI TANK PT 76 DARI BAJA COR SC 80 TERHADAP MAMPU LAS

Sahlan
Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana
P3TIP,BPPT

Abstrak
Retrofit Tank Pt-76 oleh TNI adalah usaha untuk tetap dapat memberdayakan Tank Pt-76 sebagai alat utama TNI. Salah satu komponen (spare parts) yang paling sering diganti karena faktor kerusakan/umur pakai adalah penggantian telapak rantainya. Telah dilakukan berbagai terobosan untuk membuat telapak rantai tank hasil produksi dalam negeri, untuk itu dilakukan penelitian untuk membuat prototype telapak rantai tank Pt-76. Studi atau kajian ilmiah untuk membuat telapak rantai tank yang murah dan mudah sdudah banyak dihasilkan, salah satu cara yaitu membuat bagian kupingan secara terpisah dengan bagian telapaknya dan kemudian dilakukan sambungan las. Ini tentu berbeda dengan telapak rantai tank aslinya (Rusia) yang dibuat secara utuh tanpa sambungan. Penelitian pembuatan kupingan telapak rantai tank dari baja cor karbon rendah SC (Steel Casting) 80 dengan pertimbangan bahwa baja cor SC 80 murah, efisien, mempunyai sifat mampu las tinggi, mampu bentuk yang tinggi. Kesetaraan SC 80 menurut standarisasi JIS (Japanese Industrial Standard) WES 3001-1970: WH 80, dengan komposisi kimia (%) ? 0,18 C, 0,08 P, 0,69 S menunjukkan bahwa bahan baja cor ini sangat baik untuk disambung las. Pertimbangan lain dalam pemilihan SC 80 sesuai dengan standar JIS G 5103-1978 adalah karena bahan ini mempunyai kekuatan yang tinggi yaitu sekitar 80 kg/mm2 yang cukup kuat menahan beban gerak dinamis Tank PT 76. Proses pembuatan dengan cor akan lebih mudah bila dibandingkan menggunakan baja konstruksi St 80 yang proses pembuatan dilakukan dengan berbagai tahapan pekerjaan yang tentunya tidak efisein dan mahal.Tahapan kegiatan peneliatian masing-masing: analisa perilaku mampu las dengan metalografi dan analisa kimia. Hasil analisis foto mikroskop dengan pembesaran 200x menunjukkan bentuk struktur mikro dari martensit atau struktur mikro dari bainit halus dan martensit, artinya besi cor kupingan telapak rantai tank mempunyai kekuatan dan mampu las tinggi. Bila terbentuk struktur ganda tersebut diatas maka bainit akan terbentuk lebih dahulu yang dalam pertumbuhannya akan membagi-bagikan butir-butir austenit menjadi belahan yang lebih kecil dari pada butir-butir mertensit tunggal. Hasil kajian ini diharapkan untuk mendukung proses penelitian pembuatan telapak rantai tank lebih lanjut.

Kata Kunci: Telapak Rantai Tank, Tank PT-76, Baja Cor SC 80, JIS G 5103-1978)

KAJIAN PROSES EKSTRAKSI UNSUR BESI
DARI PASIR KUARSA

Eko Sulistiyono, S.T
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Intisari
Adanya unsur pengotor pada pasir kuarsa berakibat pada rendahnya mutu pasir kuarsa. Unsur pengotor berupa oksida besi berpengaruh pada proses pembuatan keramik dan gelas dari bahan pasir kuarsa. Pada penelitian ini akan dikaji proses ekstraksi pasir kuarsa dari daerah Tuban yang memiliki kasar oksida besi yang tinggi. Proses ekstraksi dilakukan terhadap pasir kuarsa dari Tuban dengan menggunakan pelarut air dilakukan secara bertingkat.

Abstract
Impurities element existence of sand kuarsa cause at low quality of Quartz sand . Impurities element in the form of iron oxide have an in with the process of ceramic and glass from quartz sand substance. This research will be studied by process extraction quartz sand from area Tuban owning harsh of high iron oxide. Extraction process done to quartz sand kuarsa from Tuban by using water soluble done multi stage extraction.

Kata Kunci : ekstraksi, Pasir kuarsa, Pengotor, Oksida besi

ANALISIS TEGANGAN CANGKANG PADA INTZE TANK SECARA ANALITIK

Dedi Irawan
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Komplek PUSPIPTEK Gedung 470 Cisauk
Tangerang, Banten 15314

Abstract
A shell is considered to be a surface structure; one from other dimensions is too small to compare the other. This structure is constructed as curve or folded surface so that the axial forces of shell become resistance of tension it is very important. Study for shell as basis for the understanding of pressure vessel which is used in our industries. Pressure vessel used to materials storage for dilution or gas before processing or after processing such as reactor, mixer, tank, etc.
Pressure vessels have a special design to accept large pressure with very small thickness if compared to vessel for nominal size. Like other structure can occurred a damage and physical damage pressure vessel because of accepting over pressure or corrosion. From many failures of pressure vessel which occurred, very important to consent for failure from pressure design.

Abstrak
Sebuah cangkang tipis (shell) dianggap sebagai struktur permukaan, satu dari beberapa dimensinya jauh lebih kecil dibanding dengan yang lain. Struktur ini dikonstruksi sebagai kurva atau permukaan yang dilipat sehingga gaya aksialnya menjadi sistem penahan tegangan yang sangat penting. Tujuan dari studi tentang cangkang tipis adalah sebagai dasar untuk pemahaman tentang bejana tekan yang banyak digunakan dalam dunia industri kita. Bejana tekan berfungsi sebagai alat penyimpan bahan / material berbentuk cairan atau gas baik itu sebelum, setelah atau sedang diproses, seperti reaktor, pencampur, tangki dan lain – lain.
Bejana tekan memiliki kekhususan tertentu dibanding dengan struktur lain yaitu mampu menerima beban besar berupa tekanan dengan ketebalan dinding yang cukup tipis dibandingkan dengan ukuran nominal bejana itu sendiri. Seperti struktur lain pada umumnya bejana tekan pun bisa mengalami kerusakan, baik itu berupa kerusakan fisik yang dikarenakan beban yang diterimanya atau dikarenakan korosi yang terjadi. Dari kegagalan – kegagalan bejana tekan yang sering terjadi, kegagalan dikarenakan kesalahan dalam proses perancangan akan sangat menentukan

Keywords : vessel, tegangan, cangkang, intze tank

ANALISIS KUANTITATIF CAMPURAN SERBUK SiO2 dan Ca(OH)2 DENGAN DIFRAKSI SINAR X (XRD)
MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN LANGSUNG

Murni Handayani dan Iwan Setiawan
Pusat Penelitian Metalurgi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan Puspiptek Serpong

Abstrak
Penelitian analisa kuantitatif dengan diffraksi Sinar-X (XRD) telah dilakukan menggunakan metode perbandingan langsung untuk menentukan R dan fraksi volume dari campuran serbuk SiO2 dan Ca(OH)2. Percobaan dilakukan terhadap 3 sampel yaitu sampel I dan II adalah campuran serbuk SiO2 dan Ca(OH)2 dengan perbandingan berat 40% : 60% dan 50% : 50%. Sedangkan sampel III belum diketahui perbandingan beratnya. Penentuan harga R dilakukan dengan menggunakan metode perbandingan langsung dari 2 sampel yaitu sampel I dan II yang kemudian harga R yang diperoleh digunakan untuk menghitung fraksi volume pada sampel III. Hasil pengukuran Difraksi Sinar X sample I dan II menunjukkan puncak-puncak dari SiO2 dan Ca(OH)2 dengan sudut refleksi (2?) dan jarak-d yang spesifik. Puncak yang diambil yang mempunyai intensitas tinggi untuk identifikasi puncak dan bidang (hkl) dengan acuan pada referensi. Bidang yang sama antara SiO2 dan Ca(OH)2 dibandingkan dan diperoleh 3 bidang yang sama yaitu 101,110 dan 100 yang kemudian dilakukan perhitungan harga R . Hasil menunjukkan bahwa pada bidang yang sama diperoleh harga R yang sama atau adanya perbedaan yang tidak berarti. Harga R ini digunakan untuk perhitungan fraksi volume sample III. Hasil perhitungan diperoleh fraksi volume SiO2 adalah 0.66 dan Ca(OH)2 adalah 0.34
Abstract
Research of quantitative analysis with X-Ray Diffraction (XRD) have been done by using direct comparison method to calculate R and volume faction of powder mixtures SiO2 and Ca(OH)2 . Experiment done to 3 sample that is sample I and sample II is mixture of powder SiO2 and Ca(OH)2 with weight comparison 40% : 60% and 50% : 50%. While weight comparison of sample III not yet known. Determination of R value done by using direct comparison method from 2 sample that is sample I and sample II, then R value obtained to be used to calculate volume faction at sample III Result measurement of X-Ray Diffraction of sample I and II show peaks of SiO2 and Ca(OH)2 with reflection angle (2?) and d-spacing which was taken specific. Peaks having high intensity to identify peaks and area (hkl) with compare at reference. The same area SiO2 and Ca(OH)2 compared to calculate R value and obtained 3 same area that is 101,110 and 100, then calculate R value. Result indicate that at same area will be obtained of R value is same or existence of meaningless difference. Then, R value is used to calculate volume faction of sample III. Calculation result obtained that volume fraction SiO2 is 0.66 and Ca(OH)2 is 0.34.

Keywords : Quantitative analysis, X-Ray Diffraction, Direct comparison method

PENGUJIAN KEKUATAN TARIK DAN REGANGAN PADUAN AS CAST Al – Mg DENGAN KADAR Mg 3-9% UNTUK SEAL RING GENERATOR LISTRIK

Bambang Herlambang, Djuhana, Bambang Nurwasito
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang

Abstrak
Kekuatan tarik didefinisikan sebagai kemampuan maksimum suatu bahan dalam menahan gaya tarik yang dikenakan pada kedua ujungnya. Sedangkan regangan adalah pertambahan panjang suatu batang setelah pada batang tersebut dikenakan gaya tarik pada kedua ujungnya. Kekuatan tarik dan regangan merupakan sifat mekanis material hasil coran yang penting untuk diketahui. Dengan mengetahui kekuatan tarik dan regangan suatu bahan maka dapat diketahui tingkat elastisitas atau kekerasan bahan tersebut.
Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kekuatan tarik dan regangan suatu batang uji yang terbuat dari paduan as cast Al – Mg dengan kadar Mg 3-9% yang digunakan untuk seal ring generator listrik. Pengukuran dilakukan dengan memberikan gaya tarik hingga batang uji putus. Pertambahan panjang batang diukur setelah batang uji yang putus tersebut disambung kembali.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan tarik meningkat dan regangan bahan menurun seiring dengan meningkatnya kadar Mg dalam paduan. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya fasa FeAl3 dan Mg2Al3 yang berperan dalam meningkatkan kekerasan bahan.

Abstract
The ultimate tensile strength of a material is the maximum amount of tensile stress that it can be subjected to before it breaks, while elongation is change in the length of a line segment in a deformed body and is an important mechanical characteristics of casting material to be known. This characteristic indicates the elesticity or hardness of the materials. The harder material indicates the larger ultimete tensile strength and the smaller elongation.
This research decribes the measurement of ultimete tensile strength and elongation on a materials that is made of as cast Al – Mg alloys with Mg 3-9% to be used for seal ring of electrical generator. The measurement was performed by applying tensile force to the materials untill the bar was broken. The change in the length of the bar can be identified by measuring the length after the bar is rejoined.
The test shows that the UTS inceases and elongation decreases as increasing of Mg content in the alloys. This is due to the formation of FeAl3 and Mg2Al3 phase which roles to increase hardness of the materials.

Kata kunci:Kekuatan tarik, regangan, paduan Al – Mg, dan seal ring.
Keywords:Ultimate tensile strength, elongation, Al – Mg alloys and seal ring.

PERANCANGAN BEJANA BERTEKANAN UNTUK ALAT UJI TEGANGAN DAN REGANGAN

Bambang Herlambang, Djuhana
Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang

Abstrak
Bejana bertekanan merupakan barang teknis yang digunakan sebagai penyimpan fluida dengan tekanan lebih dari 0.7 atm. Bejana bertekanan banyak ditemukan di industri kimia, gas, uap dan sebagainya. Bejana tersebut dirancang sedemian rupa sehingga mampu menahan beban tekanan yang ada didalamnya. Untuk mengetahui kekuatan bejana bertekanan maka diperlukan proses pengujian.
Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan pengujian bejana bertekanan dengan bahan mild steel untuk keperluan pengujian regangan dan tegangan. Bejana yang dibuat sebanyak tiga buah oleh tiga pembuat yang berbeda dengan dimensi diameter 500 mm, tinggi 500 mm dan tebal dinding 2.8 mm. Pengelasan yang digunakan adalah pengelasan tahanan listrik. Pengujian dilakukan dengan menggunakan pompa uji dan alat ukur tekanan. Tekanan yang diberikan adalah 0 – 25 kg/cm2 dengan arah pengukuran meningkat dan menurun. Analisa dilakukan terhadap kemampuan fisis bejana dalam menahan tekanan yang diberikan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa bejana A dan B mampu menahan beban tekanan hingga 25 kg/cm2. Sedangkan bejana C hanya mampu menahan beban hingga 9 kg/cm2. Hal ini disebabkan adanya keretakan pada bagian las-lasan sambungan.

Abstract
Pressure vessel is technical products that are used as reservoir of fluid containing pressure above 0.7 atm and is widely used in chemical industries, gasses, vapor etc. the pressure vessel is designed such as so that able to retain the pressure being given. The testing is necessary to be done to know the performance of a pressure vessel.
This paper discusses design and testing on a mild steel-based pressure vessel made for strain and stress testing purpose. There are three pressure vessel which are constructed by different manufacturer with dimension 500 mm in diameter, 500 mm in height and 2.8 mm in thickness. The welding used for joint part is electrical resistance welding. The testing was done using water pump and pressure gauges. The pressure being given is 0 – 25 kg/cm2 with increase and decrease measuring direction. The analysis is emphasized on physical performance of the pressure vessel under test to retain the pressure being given.
The test results show that pressure vessel A and B are able to retain the pressure up to 25 kg/cm2, while pressure vessel C was only able up to 9 kg/cm2. this is due to the fracture occurred on joint welding.
Kata kunci:bejana bertekanan, pengelasan tahanan listrik dan pengujian regangan – tegangan.
Keywords:pressure vessel, electrical resistence welding, and strain – stress testing.

Pencarian terkait:

akar persamaan dalam kasus metalurgi, nano and micro logam paduan to get streng ore, peleburan silikon membutuhkan metalurgi, pengertian teknologi eliminasi pengotor dengan metode compound separation, persamaan kuadrat proses metalurgi, proceed seminar timah putih, psngertian wes 3001-1970, reaksi antara kabid dan air yang digunakan dalam pengelasan logam, teori tes dengan peleburan Na pada analisa kualitas unsur, tes weld rustadi
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page