HomeUmumPengendalian Korosi dan Pembentukan Kerak pada Unit Heat Exchanger

Pengendalian Korosi dan Pembentukan Kerak pada Unit Heat Exchanger

Umum 0 likes 2.3K views share

Pengendalian Korosi dan Pembentukan Kerak pada Unit Heat ExchangerPeneliti Utama: Drs. Sundjono

Latar Belakang dan Kegunaan

Masalah korosi dan pembentukan kerak yang sering dijumpai pada unit heat exchanger dalam lingkungan air pendingin diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain: disain, temperatur operasi, laju alir, kualitas air pendingin, pemilihan material logam, jenis dan dosis inhibitor korosi dan anti kerak yang kurang tepat.

Sampai saat ini, masalah tersebut sering terjadi di sektor industri seperti industru pupuk, petrokimia, pembangkit listrik, minyak dan gas serta sarana transportasi kapal laut.

Unit heat exchanger merupakan salah satu urat nadi proses di lingkungan industri yang sangat diperlukan sebagai sarana perpindahan panas. Oleh karena itu unit perlu dipelihara seoptimal mungkin untuk memperpanjang umur pelayanannya.

Jenis Unit Heat Exchanger

Pengendalian Korosi dan Pembentukan Kerak pada Unit Heat ExchangerOnce Through System, air pendingin mengalir melalui unit heat exchanger dan langsung dibuang.

Jumlah volume air yang dibutuhkan sangat besar sehingga kenaikan temperatur relatif kecil sepanjang pipa unit heat exchanger dan kandungan mineral dalam air relatif sama. Pada umumnya air pendingin untuk unit heat exchanger diambil dari berbagai sumber seperti sungai, danau, laut dan sumur.

Pengendalian Korosi dan Pembentukan Kerak pada Unit Heat ExchangerClosed Recirculating System, air pendingin secara kontinyu disirkulasikan melalui unit heat exchanger. Panas yang diabsorbsi dari unit heat exchanger dimanfaatkan untuk proses pemanasan lainnya, yang kemudian didinginkan melalui pendingin sekunder once through atau open recirculating system. Volume makeup water yang ditambahkan relatif kecil, karena kehilangan air akibat evaporasi relatif sedikit.

Kandungan mineral dalam air pendingin relatif konstan, akan tetapi produk sampingan akibat korosi terakumulasi. Pada umumnya, closed recirculating system digunakan pada sistem pendinginan mesin pembakar.

Pengendalian Korosi dan Pembentukan Kerak pada Unit Heat ExchangerOpen Recirculating System, air pendingin secara kontinyu disirkulasikan melalui unit heat exchanger dari menara pendingin.

Volume makeup water yang ditambahkan relatif banyak, untuk menggantikan air yang hilang akibat evaporasi atau dibuang melalui blowdown untuk menjaga level mineral dan padatan terlarut yang memenuhi persyaratan kualitas air pendingin. Konsentrasi ion agresif dan padatan terlarut dalam air pendingin meningkat diakibatkan penambahan makeup water secara kontinyu. Hal ini dapat mempercepat korosi dan pembentukan kerak pada pipa unit heat exchanger.

Prospek Ekonomi

Dengan pemilihan material logam, jenis dan dosis inhibitor korosi dan anti kerak yang memadai, maka masalah korosi dan kerak pada unit heat exchanger dapat diatasi, penghematan material logam, penurunan biaya pemeliharaan dan produktivitas berjalan dengan lancar.

Pencarian terkait:

pengendalian korosi pada heat exchanger, korosi pada heat exchanger, masalah pada heat exchanger, kerosakan heat exchanger, masalah di heat exchanger, meminimalisirnya korosi pada heat exchanger, permasalahan untuk heat exchanger, pemeliharaa terhadap heat exchangers, mengendalikan korosi pada heat exchanger, masalah utama pada heat exchanger
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page