Pengembangan Material untuk Industri Energi

Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat seiring dengan kehidupan masyarakat yang semakin berkembang. Pemerintah Indonesia melalui MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Indonesia) menargetkan kapasitas terpasang daya listrik pada 2025 sebesar 235.000 MW, dan untuk memenuhinya dibutuhkan tambahan daya listrik 90.000 megawatt pada periode 2011 – 2016. Pembangunan PLTU adalah tahapan penting yang dilakukan. Akan tetapi Indonesia masih ketergantungan terhadap pihak asing, terutama untuk material dan komponen untuk turbin uap. Oleh karena itu diperlukan upaya mandiri untuk kebutuhan material dan komponen turbin uap tersebut.

Program Keltian Pengembangan Material untuk Industri Energi adalah :

  • Pengembangan material suhu tinggi untuk turbin pembangkit listrik
  • Pengembangan material Superkonduktor Suhu Tinggi (HTS) dan Superkonduktor Suhu Rendah (LTS) untuk aplikasi energi listrik
  • Pengendalian korosi untuk industri migas dan panas bumi

Laporan Kegiatan Kelompok Penelitian Material Untuk Industri Energi

Tim Superkonduktor P2MM