Produk Baja Laterit

Baja Tulangan Beton Laterit Kekuatan Tinggi

Deskripsi

Baja Tulangan Polos

Baja Tulangan Polos

Baja Tulangan Beton Laterit Kekuatan Tinggi dibuat dari bahan baku NPI (Nickel Pig Iron) yang diolah dari bijih laterit lokal yang tersedia melimpah. Produk ini merupakan baja batangan berpenampang bundar dengan atau tanpa sirip permukaan yang mempunyai kekuatan tinggi untuk digunakan sebagai penguat/tulangan pada beton. Produk baja ini memiliki rasio kekuatan luluh dan elongasi yang lebih baik dari baja beton kekuatan tinggi standar BJT-50 dan BJT-55. Baja Beton Laterit Kekuatan Tinggi ini memiliki selang kekuatan tarik 542 -750 MPa, kekuatan luluh 531- 691 MPa dan elongasi 18 – 26 %.

Aplikasi

Baja Tulangan Sirip

Baja Tulangan Sirip

Jaringan bisnis baja beton melibatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perumahan Rakyat sebagai regulator, industri baja sebagai produsen dan kontraktor atau masyarakat umum sebagai pengguna baja tulangan untuk konstruksi atau bangunan beton. Beberapa industri baja yang potensial misalnya PT. Krakatau Steel, PT. Gunung Garuda, sedangkan kontraktor misalnya PT. Cipta karya, PT. Bina Marga, PT. Adhi Karya dan lain-lain.

 

Bucket Teeth Dari Baja Laterit

Deskripsi

Bucket Teeth dari Baja Laterit

Bucket Teeth dari Baja Laterit

Baja martensitik merupakan jenis baja dengan ketahanan aus tinggi yang umum digunakan dalam berbagai jenis aplikasi salah satunya yaitu bucket teeth. Struktur martensitik diperoleh dengan mekanisme perlakuan panas yang dilanjutkan dengan pendinginan cepat sehingga terjadi transformasi fasa austenit ke fasa martensit. Bucket teeth bekerja didaerah bebatuan ataupun tanah yang memiliki fungsi utama sebagai penghancur maupun pengeruk. Dengan mekanisme pembebanan tersebut, material bucket teeth dituntut memiliki perpaduan sifat mekanis yaitu ketahanan aus (wear resistance) dan ketangguhan sehingga bucket teeth memiliki umur pakai yang optimal.

Skematik Bucket Teeth dari Baja Laterit

Skematik Bucket Teeth dari Baja Laterit, Dimensi : A = 215 mm, B = 100 mm, C = 85 mm, D = 70 mm, E = 80 mm

Beberapa lembaga di Indonesia yang terjun langsung terhadap pengembangan bucket teeth mampu menghasilkan bucket teeth dengan nilai kekerasan antara 40 – 41 HRC dan energi impak antara 24 – 41 joule. Secara umum, pengembangan sebelumnya merujuk pada baja AISI 4140 yang merupakan baja paduan rendah kekuatan tinggi (HSLA) dengan kandungan karbon 0,3 – 0,4 %. Pada penelitian ini menawarkan inovasi baru dalam pengembangan bucket teeth menggunakan baja laterit dengan mengoptimalkan kandungan paduan nikel yang mencapai 1,5-3%. Dengan kondisi tersebut, diharapkan baja laterit bisa menjadi alternatif baru dalam produksi bucket teeth dengan nilai sifat mekanik dan umur pakai yang lebih tinggi.

Aplikasi : Alat Berat Industri Pertambangan

Tabel Hasil Uji

Jenis Material Treatment Sifat Mekanik
Keras (HRC) Tarik (N/mm2) Teg. Luluh (N/mm2) Elongation (%)
Baja Laterit – Cr – Mo Normalising 50 956,0 867,0 9,89

Prototipe Bilet Baja Tahan Karat (SS) 410 Modifikasi

Deskripsi

Prototipe Bilet Baja Tahan Karat 410 Modifikasi

Prototipe Bilet Baja Tahan Karat 410 Modifikasi

Prototipe bilet baja tahan karat (Stainless Steel) 410 modifikasi merupakan pengembangan dari baja tahan karat karat martensitik tipe 410 standar yang memiliki sifat mekanik dan ketahanan korosi yang lebih baik. Bilet modifikasi ini berpotensi untuk mensubstitusi bilet 410 yang selama ini masih impor.

Calon Pengguna

  • – Industri manufaktur komponen
  • – Industri mur dan baut
  • – Industri alat dapur

Aplikasi

Digunakan untuk pembuatan komponen yang membutuhkan kekuatan mekanik yang tinggi dan ketahanan korosi yang moderat seperti:

  • – Komponen turbin uap dan turbin gas
  • – Komponen peralatan petrokimia dan petroleum
  • – Komponen valve
  • – Pump shafts
  • – Mur dan baut (fastener)
  • – Alat potong/pisau
  • – Peralatan dapur
  • – Peralatan tangan (hand tools)

Hasil Pengujian

KONDISI Kekerasan (HRC) Kuat Tarik (MPa) Kuat Luluh (MPa) Elongasi (%) Arus Korosi /Icorr

(A/cm2)

Temper pada 650°C 46 959 781 13 7 x10-08

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page