HomeKerjasamaMenindaklanjuti Kerja Sama, FMIPA Universitas Sumetera Utara Kunjungi Pusat Penelitian Metalurgi dan Material – LIPI

Menindaklanjuti Kerja Sama, FMIPA Universitas Sumetera Utara Kunjungi Pusat Penelitian Metalurgi dan Material – LIPI

Kerjasama Kunjungan Publikasi Rapat & Pertemuan 2 likes 298 views share

Serpong, Humas LIPI. Dr. Kerista Sebayang, MS, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) beserta Wakil Dekan II Drs. Gim Tarigan, M.Sc dan Wakil Dekan III Saharman Gea, Ph.D pada Senin (05/03/2019) mengunjungi Pusat Penelitian Metalurgi dan Material – LIPI (P2MM – LIPI) sebagai tindak lanjut penandatanganan kerja sama tahun 2018. “Kami berterima kasih atas diijinkannya mahasiswa kami melakukan penelitian tugas akhir di P2MM – LIPI. Kami berharap ada keterlibatan institusi untuk kerja sama terkait promotor/co-promotor atau penguji luar komisi”, ungkap Sebayang.

Tindak Lanjut Penandatanganan Kerja Sama di  Tahun 2018

Dr. Andika Widya Pramono, M.Sc. selaku Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material – LIPI mengungkapkan kegembiraan dalam sambutannya selaku pembimbing mahasiswa. “Bagai gayung bersambut, karena tahun 2019 ini target jumlah mahasiswa bimbingan sebanyak 53”, terangnya. Kebijakan LIPI, masyarakat luas harus bisa memanfaatkan SDM dan fasilitas yang ada, termasuk di P2MM – LIPI.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian Dr. Ika Kartika dan Koordinator Kelompok Penelitian Dr. Ir. Djusman Sajuti, Prof. Dr. F. Firdiyono, Taya Citrawati, Ph.D, Dr. Efendi, Dr. Agung Imaduddin, serta Tim Humas dan Kerja Sama Kawasan LIPI Serpong.

Saharman, Ph.D WD III yang membawahi penelitian, kerja sama, dan pengabdian masyarakat ingin melihat sejauhmana progres kerja sama, terkait pengiriman mahasiswa dan publikasi, serta mencari tahu peluang-peluang lain yang bisa dilakukan. “Kami ingin membuka wawasan mahasiswa USU bahwa perkembangan penelitian sudah lebih maju, seperti di LIPI dan BPPT”, ungkapnya. Tuntutan perguruan tinggi selain jumlah publikasi juga jumlah sitasi. Beliau berharap teman-teman penelitian yang sebidang bisa saling mensitasi.

Dr. Djusman dari Kelompok Penelitian Pengembangan Material Biokompatibel Untuk Implan dan Alat Medis menjabarkan perlunya menggalakkan kerja sama disertai rambu-rambu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh kasus ada pembimbing peneliti LIPI yang tidak dicantumkan namanya dalam publikasi karya ilmiah mahasiswanya. Dr. Andika juga menyetujui bahwa pasca penelitian sudah selayaknya ditulis bersama. Urutan nama penulis tidak terlalu masalah, karena saat ini istilahnya adalah kontributor utama. “Kami mendukung kerja sama, lebih banyak in kind, misalnya mengundang pembimbing saat mahasiswa sidang”, tambah Dr. Djusman.

Dr. Ika menjelaskan perjanjian kerja sama P2MM – LIPI dan USU selama 3 tahun dengan hasil luaran menjadi milik bersama. Dr. Agung peneliti superkonduktor yang telah dan sedang membimbing mahasiswa USU berpendapat bahwa proses penulisan artikel sebaiknya saling menjaga kerja sama agar saling menguntungkan. Saharman, Ph.D menyetujui, dan berharap kedepannya kerja sama bisa dalam bentuk mengisi seminar di departemen atau fakultas.

Prof. Firdiyono menyatakan bahwa mahasiswa bimbingan khususnya S2 dan S3 menjadi nilai tambah bagi P2MM – LIPI. Banyak hal dari segi sains dan teknologinya yang bisa dikembangkan. Salah satu topik disebutkan oleh Taya Citrawati, Ph.D dari Kelompok Penelitian Pengembangan Baja Unggul Nasional Berbasis Laterit, yakni saat ini trennya mengarah ke logam yang berkelanjutan. Dr. Efendi menambahkan tentang penelitian korosi dan coating yang memiliki kerja sama dengan Tiongkok terkait pengembangan cat anti-fouling untuk maritim.

Annisa dari Humas dan Kerja Sama Kawasan Serpong menyimpulkan bahwa kerja sama P2MM – LIPI dan USU perlu lebih memperhatikan tanggung jawab dari masing-masing pihak, seperti publikasi, pembiayaan dalam penelitian, dan undangan pembimbing. Koordinasi antar pembimbing dari P2MM – LIPI dan USU mesti lebih intens. “Kedepannya harus lebih baik”, tutup Dr. Sebayang. (adl, har)