HomeUmumMelihat potensi logam tanah Indonesia
LOGAM TANAH JARANG

Melihat potensi logam tanah Indonesia

Umum 0 likes 3.9K views share

Dalam sistem periodik, terdapat 17 unsur kimia yang dikelompokan sebagai logam tanah jarang scandium, ytrium dan logam golongan lantanida (lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, and lutetium)

LOGAM TANAH JARANG

Secara kimia logam tanah jarang memiliki sifat yang mirip satu sama lain. logam tanah jarang merupakan material penting dalam industri semikonduktor, lensa dan material optik,  komputer, aeronitika,  energi dan baja performa tinggi.

Dalam industri semi konduktor ytrium dipakai  dalam bentuk Ytrium alumunium garnet untuk industri laser, ytrium juga dikembangkan sebagai material untuk pembuat super konduktor tempratur tinggi YBCO, ytrium pun dikembangkan sebagai  filter gelombang mikro.

Dalam industri optik lantanum digunakan untuk kaca dengan indeks refraktif tinggi, lensa kamera dan  campuran untuk fiber optik.   Dalam industri baja performa tinggi high streght low alloy steel dan material non ferous, scandium dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan korosi. Dalam industri militer material-material tanah jarang umum digunakan sebagai material tahan tempratur tinggi untuk mesin pesawat jet, roket, laser, sistem pertahanan balistik.

Selain cina indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi logam tanah jarang yang sangat besar. berbeda dengan cina dimana logam tanah jarang hadir dalam deposit primer dan sekunder dalam bentuk sedimen aluvial dan bijih laterite. logam tanah di indonesia umum ditemukan  bersama dengan logam timah dan emas.

Hampir diseluruh pulau besar indonesia terdapat deposit aluvial emas, sementara deposit timah terdapat di pulau bangka, belitung, karimun sampai dengan singkep  indonesia. Dikalimantan logam tanah jarang seringkali ditemukan  berasosiasi dengan uranium.

Di pulau bangka indonesia, logam tanah jarang ditemukan pada mineral Monazit ((Ce,La,Y,Th)PO3) dan xenotime Xenotime (YPO4). diperkirakan  indonesia memiliki cadangan monasite sekitar 185.000 ton. jumlah tersebut diperkirakan dapat meningkat sejalan dengan meningkatnya eksplorasi timah

Salah kesulitan ekstraksi  pengolahan logam tanah jarang adalah umumnya logam tanah jarang ditemukan dalam konsentrasi yang sangat kecil dan merupakan produk samping dari pengolahan emas atau timah, sehingga butuh perhitungan tekno ekonomi yang matang untuk proses penambangan dan pengolahanya.

Logam tanah jarang merupakan material yang penting bagi sumber energi indonesia dimasa yang akan datang. Magnet yang terbuat dari logam tanah jarang memiliki sifat yang sangat kuat jauh lebih kuat dibanding magnet konvesional. Pengunaan logam tanah jarang untuk magnet turbin menjadikan kerja turbin menjadi jauh lebih efisien dan menghasilkan out put listrik lebih besar. Teknologi ini sangat visible dikembangkan untuk pembangkit listrik tenaga angin atau mikrohidro tentunya. (YNT)

 

 

 

 

Pencarian terkait:

cara mengolah logam tanah jarang, extrasi mineral tanah jarang, TOTAL CADANGAN LTJ CINA, sejarah ditemukannya logam tanah jarang, potensi logam, sistem periodik unsur logam dan non logam, sifat logam tanah jarang, metalurgi ekstraksi emas, mengapa laktanida termasuk tanah jarang?, JUMLAH CADANGAN LTJ CINA
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page