HomeInternalMasa depan dan permasalahan besi baja indonesia

Masa depan dan permasalahan besi baja indonesia

Internal 0 likes 2.6K views share

Pusat penelitian metalurgi LIPI berasama-sama dengan indonesian iron and steel industry association, krakatau steel, teknik metalurgi ITB, Pusat jalan dan jembatan, BPPT mengadakan diskusi bersama membahas besi baja indones dari sisi bahan baku, teknologi, pasar dan kebutuhan di indonesia.
Dari diskusi tersebut terungkap, konsumsi terbesar industri baja nasional adalah untuk infrastruktur, transportasi dan energi terdapat defisit kebutuhan yang harus dipenuhi. Disadari bahwa besi baja sangat dibutuhkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi indonesia.
Dari sisi bahan baku, salah satu masalah yang harus dipecahkan adalah cadangan bijih besi dengan kadar 66% sangat terbatas. bijih besi laterit dengan kandungan 55% dan 53% mulai dilirik sebagai bahan baku alternatif. namun biaya energi untuk pengolahan bijih besi dengan kadar ini  sangat besar akibat tingginya kadar silika dan alumina. dibutuhkan teknologi alternatif dan inovasi untuk mengatasi masalah ini. Indonesia memiliki cadangan bijih laterit yang sangat besar untuk bijih besi dengan kadar ini.
Pada focus group disscusiion ini terungkap teknologi pengolahan dan pembuatan besi baja berbasis batubara merupakan salah satu teknologi yang sangat visible bagi indonesia. Dari diskusi ini juga terungkap kraktau steel sebagai salah satu BUMN yang bergerak dalam industri besi baja secara teknologi telah mampu membuat baja spesifikasi khusus untuk infrastruktur terutama jalan dan jembatan. kemampuan dan kemandirian teknologi, kepercayaan dari konsumen, pengguna merupakan kata kunci dalam membangun industri baja nasional

 

 

 

Pencarian terkait:

permasalahan permasalah dalam baja, permasalahan dalam membuat profil baja, cadangan baja di indonesia, permasalahan pengolahan bijih besi, permasalahan di baja, permasalahan dan solusi dalam pembuatan baja, penelitian besi baja, metalurgi besi dan baja, metalurgi baja di Indonesia, masalah umum baja
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page