HomePublikasiMajalah MetalurgiMajalah Metalurgi Volume 20, No. 2, Desember 2005

Majalah Metalurgi Volume 20, No. 2, Desember 2005

Majalah Metalurgi 0 likes 644 views share

————————————————————————————————————————————————
DAFTAR ABSTRAK
————————————————————————————————————————————————
• Analisa Struktur Dan Kekuatan Material, Terhadap Kelayakan Daya Dukung Dermaga Peti Kemas Semarang Setelah Ditabrak Kapal
• Percobaan Pengurangan Kandungan Besi Dalam Aluminium Dengan Memanfaatkan Sifas Fisis Paduan Logam Al-Fe
• Pembuatan Paduan Al-Cu-Mg Dan Sifat Kekerasannya Dalam Pengerjaan Aging
• Strategi Pengembangan Sumberdaya Nikel-Besi Laterit Indonesia
• Pengujian Kekerasan Dan Kekuatan Sambungan Las TIG Pada Pipa Zirkaloi-2
————————————————————————————————————————————————
ABSTRAK
————————————————————————————————————————————————
ANALISA STRUKTUR DAN KEKUATAN MATERIAL TERHADAP KELAYAKAN DAYA DUKUNG DERMAGA PETI KEMAS SEMARANG SETELAH DITABRAK KAPAL
M. N. Setia Nusa

INTISARI
Area yang cukup luas tempat bongkar pasang muatan kontainer dan mempunyai beban angkat (crane) +-200 ton sebagai transportasi material. Terminal peti kemas Semarang ini terdiri dari dinding penampung dan dermaga peti kemas terbuat dari struktur beton yang berada di atas pipa baia. Terminal ini ditabrak sebuah kapal sehingga menimbutkan retak pada lantainya, sehingga dikhawatirkan juga terjadi kerusakan pada tiang penyanggahnya.
Dilakukan pengujian : inspeksi secara visual pada loantai beton dan kondisi tiang penyanggahnya, juga pengukuran retakan dengan PUNDIT (Portable Ultrasonic Nondestructive Digital Indicating Tester) dan analisa struktur dengan metoda elemen hingga FEM (Finite Element Method) simulasi setelah tertabrak.
Dari hasil pemeriksaan dan perhitungan ternyata terminal tersebut masih layak untuk dioperasikan serta menutup permukaan yang retak untuk menghindari masuknya gas-gas korosif.

ABSTRACT
An harbour facilitated with crane capacity of 200 ton for loading and unloading containers having retaining wall dun container wharf mode of concrete structure located above steel pipe. The harbour accidently struck by a ship that might induces crack on supporting flies.
To evaluate the remaining strength of the structure after the accident, it has been carried out visual examination on the concrete base floor and supporting piles, crack measurement with PUNDIT (Portable Ultrasonic Nondestructive Digital Indicating Tester) and structure analysis with FEM (Finite Element Methods).
The result of examination and analysis shows that the harbor is still reliable to operate by means of normal load doing some preparation on the crack to avoid corrosive gas get into it.
Kata Kunci : Dermaga, tertabrak, insneksi, simulasi FEM, tidak rusak
————————————————————————————————————————————————
PERCOBAAN PENGURANGAN KANDUNGAN BESI DALAM ALUMINIUM DENGAN MEMANFAATKAN SIFAT FISIS PADUAN LOGAM Al-Fe
F. Firdiyono

INTISARI
Dalam penelitian ini telah dicoba untuk menghilangkan kandungan besi dari skrap Al-Si yang berasal dari berbagai komponen mesin dengan cara memanfaatkan perbedaan sifat fisis besi dengan unsur-unsur lainnya.
Terpisahnya unsur besi di dalam Aluminium cair tersebut disebabkan butir-butir fasa intermetalik yang terbentuk mengalami gaya sentrifugal dan bergerak menuju dinding krusibel atau dipisahkan dengan cara gravitasi, atau dengan teknik penyaringan.
Dengan metoda roiasi, kandungan besi dalam paduan aluminium dapat dikurangi hingga sekitar 0,4% o, pada kecepatan putar batangan silindris 1000 rpm.

ABSTRACT
In this work an overview is given about the eliminating of iron contain in Al-Si scrap originated from engine components by using the difference physical properties of iron and other impurities.
The removal of iron from molten aluminium is given by the creation of intermetallic iron rich compound in the aluminium system which are subsequently removed by centrifugal force to the crucible or by gravity segregation and filtration techniques.
By using rotation technique, the iron content in the aluminium alloy can be eliminated to 0.47% as the rotation speed of the cylinder carbon rod is around 1000 rpm.

Kata kunci : Skrap Al-Si, Peleburan aluminium, Crucibel grafit, Paduan logam Al-Fe, Ingot logam Aluminium, Putaran aliran laminer, Senyawa intermetalik
————————————————————————————————————————————————
PEMBUATAN PADUAN AI-Cu-Mg DAN SIFAT KEKERASANNYA DALAM PENGERJAAN AGING
Yuswono dan Bambang Sriyono

INTISARI
Al murni (98,5%) dengan kandungan unsur-unsur pengotor di dalamrtya seperti kandungan Si dan Fe dapat digunakan sebagai bahan Baku pembuatan logam paduan Al mampu temper (wrought aluminium). Sifat mekanik logam paduan Al ditingkatkan melalui penambahan logam 3,5%Cu, yang dikombinasikan dengan 1, 5%Mg serta unsur-unsur lain yang jumlahnya relatif kecil, yaitu Zn, Mn, Ti. Hasil percobaan ditunjukkan bahwa peningkatan sifat mekanik diperoleh dari hasil pengukuran kekerasan yang tinggi hingga 145 HB. Paduan ini mempunyai mampu rol panas dengan reduksi ketebalan tinggi hingga 80% dengan kontrol suhu pemanasan dimana fasa k terbentuk. Terhadap paduan A1-3.5%Cu-l.5%Mg ini, peningkatan kekerasannya diperoleh melalui pengerjaan aging pada suhu relatif rendah, yailu pada suhu pemanasan 150 C, 200 C dan 250 C selama 4 jam sampai dengan 6 jam. Peningkatan kekerasannya disebabkan karena terbentuknya fasa intermetalik CuAl2 dan Mg2Si/Al-Mn-Fe didalam struktarmikronya.

ABSTRACT
Pure aluminum metals (98,5%) with impurities elements content, such as Si and Fe can be used as row materials for wrought aluminum alloys manufacturing. By using addition of 3,5%Cu that combined with of 1,5%Mg and another low content alloying elements Zn, Mn, Ti, its mechanical properties can be increased Experiment result can has shown that increasing of mechanical properties is obtained at high hardness measurement up to 145 HB. For the Al-3.5%Cu-1.5%Mg alloy has hot roll ability with high reduction up to 80% of their thickness. But heating temperature is strictly during pre heating; where k phases were formed Increasing of their hardness was obtained by artificial aging treatment at low temperatures, i.e.150 C, 200 C. and 250 C for 4 to 6 hours. Increasing of their hardness is caused the formation of CuAl2 and Mg2Si/Al-Mn-Fe intermetallic phases in its microstructure.

Kata Kunci : Paduan Al-3.5%Cu-1.5%Mg, Presipitasi, Fasa intermetalik, Aging, Laku Panas Pelarutan, Rol Panas, Kekerasan.
————————————————————————————————————————————————
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBERDAYA NIKEL-BESI LATERIT INDONESIA
Yusuf

INTISARI
Indonesia memiliki cadangan nikel-besi latent yang tersebar di Kawasan Timur Indonesia, dari bagian selatan dan timur Kalimantan hingga Papua. Sebagai potent nikel berkadar tinggi, konon merupakan cadangan terbesar ke 2 atau ke 3 di dunia, cadangan nikel laterit ini telah diolah dengan proses peleburan menjadi nikel matte atauferonikel. Tetapi potensinya sebagai cadangan nikel berkadar rendah atau sebagai bahan baku besi baja, belum mendapat perhatian yang memadai.
Seberapa besar peluang dan kemungkinan pengembangan cadangan nikel-besi laterit ini, akan diungkap dalam tulisan ini. Sebagai cadangan bijih yang dianggap inkonvensional dan sub ekonomis, tentu saja upaya pengembangan ini akan memunculkan berbagai tanlangan yang cukup berat, balk yang bersifat teknis maupun yang di luarnya. Masalah pemasaran dan pemilihan mitra strategis adalah aspek yang sangat perlu mendapat perhation.

ABSTRACT
Indonesia has a huge iron-nickel laterite deposits distributed in the eastern part of the country, from the southern and eastern part of Kalimantan until the northern part of Papua. As a high grade nickel potential, known as the number 2 or 3 in the world, this deposit has been smelted to produce Ferro-nickel and nickel matte.
However, it potentials as a low grade nickel deposit and as a material resource for iron production, has not been appreciated seriously. The opportunity and possible development of this kind of deposits will become the subject of this paper. Considered as an inconventional and a sub economic ore deposit, the efforts of development will invite some hard challenges, both in the technical aspects as well as the other aspects. The problem of marketing and the selection of strategic partners will be an example of the important problems
Kata Kunci : Pasir besi titan, Magnetik separator, Tegal buleud – Sukabumi Selatan
————————————————————————————————————————————————
PENGUJIAN KEKERASAN DAN KEKUATAN SAMBUNGAN LAS TIG PADA PIPA ZIRKALOI-2
Maradu Sibarani dan B.Bandriyana

INTISARI
Pengujian kekerasan dan kekuatan dilakukan untuk mengevaluasi sambungan las pipa zirkaloi-2 yang digunakan untuk kelongsong bahan bakar nuklir. Pengelasan dilakukan pada dua buah sampel dengan arus 30 dan 35 Ampere/ detik menggunakan mesin las model M80-3 jenis TIG (Tungsten Inert Gas). Uji kekerasan dilakukan dengan pengukuran kekerasan makro dan mikro dalam Skala kekerasan Vickers. Pengujian kekuatan dilakukan dengan uji tekanan hidrostatik dengan mengukur perubahan dimensi dan mengamati kerusakan pipa untuk tekanan internal 100, 200, 400 dan 425 bar. Hasil pengujian menunjukkan kekerasan yang paling tinggi adalah di daerah HAZ (Heat Affected Zone) hasil pengelasan dengan arus 35 Ampere/ detik, dengan kekerasan 203 VHN. Kenaikan arus pengelasan menghasilkan kekerasan yang lebih
besar pada daerah HAZ dan daerah lasan. Hasil pengujian hidrostatik untuk beban tekanan sampai dengan 400 bar tidak teriadi nerubahan dimensi nada daerah Inc Pada tekanan 475 bar terjadi erubahan diameter luar sekitar 5 mm dan penggelembungan pada pipa diluar daerah pengelasan. Hasil pengujian menunjukkan sambungan lasan tidak mengalami deformasi sampai dengan tekanan desain sebesar 400 bar dan memenuhi balas aman untuk desain kelongsong bahan bakar nuklir.

ABSTRACT
Testing on hardness and strength of the TIG welding joint of the zircaloys-2 pipe. Testing on hardness and strength of the welding joint of the zircaloy-2 pipe was performed to evaluate the zirkaloy-2 pipe welding joint which was used as a cladding of nuclear fuel element. The welding was done on two kinds of samples using the welded machine of the M80-3 model of the TIG (Tungsten Inert Gas) type, with the welding current of 30 and 35 Ampere/ second respectively. The hardness test was done by measuring the macro and micro hardness test using the Vickers hardness scale. Testing of welded joint strength was carried out using the hydrostatic test by measured the change of pipe diameters and observed the pipe brake according to the internal pressure of 100, 200, 400 and 425 bars given into the pipe. The hardness test showed that the maximum hardness number of 203 VHN was occurred at the heat affected zone (HAZ) area obtained on the welding current of 35 Ampere/ second. Increasing of the welding current will increase the hardness at the HAZ and fusion zone. The result of hydrostatic test showed that there was not a change on the dimensions in the welded area up to internal pressure test of 400 bars. At the internal pressure of 425 bars there were a change of out side diameter around 5 mm and swelling on the outside of the welded area. The result of test showed that the deformation did not occur on the welding joint up to the design pressure of 400 bars and met the design requirement of the cladding of nuclear fuel element.

Kata kunci : pengelasan TIG, kekuatan, kekerasan, zirkaloi
————————————————————————————————————————————————

Pencarian terkait:

pusat penelitian tanah 2005, analisis sifat mekanik material zircaloy hasil proses pengelasan tig
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page