HomePublikasiMajalah MetalurgiMajalah Metalurgi Volume 19, No. 2, Desember 2004

Majalah Metalurgi Volume 19, No. 2, Desember 2004

Majalah Metalurgi 0 likes 870 views share

Abstrak bisa diunduh disini majalah_metalurgi_vol_19_nomor_2
——————————————————————————————
DAFTAR ISI
——————————————————————————————
PERCOBAAN PENINGKATAN KUALITAS GIPSUM RAKYAT DI KABUPATEN TASIKMALAYA
F. Firdiyono

PROSES VANADISASI PADAT PADA BESI COR KELABU UNTUK PENINGKATAN KINERJA KETAHANAN AUS
Bintang Adjiantoro dan Toni B. Romiyarso

KARAKTERISTIK BATUBARA DAERAH KUTAI, KALIMANTAN TIMUR
Rustiadi Purawiardi

STUDI ANALISIS KERUSAKAN SILINDER API KETEL UAP JENIS SCOTH
Iwan Setiawan, Bintang Adjiantoro

KEBERADAAN PASIR BESI TITAN DI INDONESIA DAN KEMUNGKINAN PEMANFAATANNYA KEDEPAN
Arifin Arif
——————————————————————————————
ABSTRAK
——————————————————————————————
PERCOBAAN PENINGKATAN KUALITAS GIPSUM RAKYAT DI KABUPATEN TASIKMALAYA

F. Firdiyono
Pusat Penelitian Metalurgi LIPI
Komplek PUSPIPTEK, Cisauk, Tangerang

INTI SARI
Gipsum merupakan salah satu bahan galian industri yang cadangannya tersebar dibeberapa daerah, seperti Jawa, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Tengah. Perkembangan sektor industri pemakai gipsum alam, sintetis maupun plaster of paris secara keseluruhannya terus meningkat. Selain dikonsumsi oleh industri semen, gipsum banyak juga dikonsumsi oleh industri keramik, porselen, dan industri papan gipsum. Kualitas produk hasil pengolahan tambang gipsum rakyat yang banyak terdapat dipasaran masih
mempunyai kualitas yang rendah. Untuk itu perlu dilakukan penelitian dalam upaya peningkatan kualitas produk tersebut. Bahan baku yang dipakai dalam penelitian ini adalah gipsum hasil tambang yang berasal dari daerah Cidadap, Tasikmalaya. Kegiatan yang dilakukan antara lain meliputi analisa XRD terhadap bahan baku dan produk, tingkat warna putih, kecepatan waktu membeku, kekuatan tekan produk, pengaruh bahan imbuh.

ABSTRACT
Gypsum is a kind mineral in industrial minerals that the deposit distributes in many places, such as Jawa, East Kalimantan, South Sulawesi and Central Sulawesi. The applications of gypsum in industries increase in every year. Generally, gypsum is used in cement industry, otherwise is used in industries of ceramic, porcelain and wall board too. The quality of local gypsum product that is sold in the market is still low. This experiment was done to improve the quality of the product. In this experiment, gypsum from Cidadap, Tasikmalaya was used as a raw material. The research activities are XRD analysis, brightness of the product, setting time, compressive stress of the product and the effect of additive material.
——————————————————————————————
PROSES VANADISASI PADAT PADA BESI COR KELABU UNTUK PENINGKATAN KINERJA KETAHANAN AUS

Bintang Adjiantoro dan Toni B. Romiyarso
Pusat Penelitian Metalurgi LIPI
Komplek PUSPIPTEK, Cisauk, Tangerang

INTI SARI
Perlakuan permukaan besi cor kelabu melalui proses vanadisasi padat telah dilakukan. Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah campuran serbuk: 60%Fe- V, 3, 5 %NH4CI dan 36, 5%Al,03. Variasi kondisi parameter suhu pemanasan adalah 8000 C dan 8750 C dengan waktu penahanan selama; 1, 3 dan 5 jam.
Dari hasil percobaan proses vanadisasi padat, diperoleh bahwa capaian nilai kekerasan meningkat, hingga 267% yang diikuti dengan naiknya ketahanan aus hingga mencapai 90% terhadap bahan awal kondisi parameter ini dicapai pada suhu 875 C dengan waktu penahanan 5 jam.

ABSTRACT
Surface treatment of gray cast iron by solid vanadization process has been done. The materials used for the test were the mixed powder 60%Fe-V, 3.3%NH4CI and 36.5%AI,03. Parameter condition of the test were various, such as 8000C and 8750C with holding time for 1, 3 and 5 hours. The test result shows that the hardness can be increased to 267% and wear resistance to increase 90% respectively their initial. This parameter condition for this achievement is 875″C for temperature and 5 hours holding time.
Kata Kunci : Besi cor kelabu, vanadisasi padat, kekerasan, keausan
——————————————————————————————
KARAKTERISTIK BATUBARA DAERAH KUTAI, KALIMANTAN TIMUR

Rustiadi Purawiardi
Pusat Penelitian Metalurgi LIPI
Komplek PUSPIPTEK, Cisauk, Tangerang

INTI SARI
Batubara dari daerah Kutai yang berumur Plio miocene merupakan brown coal, seperti di daerah Pelarang, Bambangan Kamboja, Bukit merah, dan Badak tengah. Tempat-tempat lain,seperti Loa Kulu, Loa Haur, dan Sakakana, adalah sub bituminous coal. Nilai kalor berkisar 5000 – 6000 kcal/ kg, dan jenis batubara pada daerah ini adalah 88% vitrinite/huminite, 5% exinite/ liptinite, 3% inertinite, dan 4% mineral matter.
Untuk proses karbonisasi tanpa blending, temperatur softening dan swelling adalah 4000 C, dan resolidification point pada 10000 C.
Untuk proses karbonisasi dengan blending, batubara Kutai tersebut harus dicampur dengan batubara lain sampai inertinite mencapai 40%.

ABSTRACT
The coals of Plio miocene age from Kutai areas are brown coal, like in the areas of Pelarang, Bambangan kamboja, Bukit merah, and Badak tengah. The other places, like Loa kulu, Loa haur, and Sakakana, are sub bituminous coal. The calorivic value ranges 5000 – 6000 kcal/kg, and the coal type of these areas are 88% vitrinite/huminite, 5% exinite/liptinite, 3% inertinite, and 4% mineral matter.
For carbonization process without blending, the temperatur of softening and swelling are 400°C, and resolidification point at 10000 C.
For carbonization process with blending , the Kutai Coal must be mixed with the others coal until 40% inertinite.

Kata kunci : batubara, Kutai, brown coal, blending, karbonisasi.
——————————————————————————————
STUDI ANALISIS KERUSAKAN SILINDER API KETEL UAP JENIS SCOTH

Iwan Setiawan, Bintang Adjiantoro
Pusat Penelitian Metalurgi LIPI
Komplek PUSPIPTEK, Cisauk, Tangerang

INTI SARI
Suatu silinder api merupakan bagian terpenting dari suatu ketel uap. Kegagalan banyak terjadi pada hagian ini karena bagian Ini tempat terjadinya pembentukan uap dan panas pada saat pembakaran. Untuk itu perlu menentukan jenis dan faktor faktor penyebab terjadiannya kegagalan dinding silinder api ketel uap Pada penelitian ini telah dilakukan analisis penyebab terjadinya suatu kegagalan silinder api dari suatu ketel uap jenis Scoth.
Jenis-jenis pengujian yang dilakukan di dalam analisis kegagalan ini yaitu : pengamatan visual, pengukuran dimensi tebal dinding, fraktografi, metalografi, kekerasan, kekuatan tarik dan analisis komposisi kimia dari material silinder api dan kerak air/deposit.
Berdasarkan hasil analisis terhadap data-data pengujian terlihat bahwa pecahnya silinder api disebabkan oleh heberapa faktor. Pertama terjadinya korosi pada permukaan silinder api sisi air dan yang kedua yaitu karena perubahan sifat mekanik bahan karena terjadinya pemanasan berlebih.

ABSTRACT
A cylinder of fire represent part and parcel of a steaming kettle. A lot of failure happens because in this place formed condense and hot of combustion. For that required determining type and factors of cause of failure of wall of cylinder of fire in steaming kettle. In this research conducted] [by] analysis of cause [of] the happening the failure of cylinder from type Scot of a steaming kettle.
Type of examinations conducted in this failure analysis are: visual perception, measurement of thick dimension wall, fraktografi, metalografi, hardness, tensile strength and analysis of chemical composition from material of cylinder and crust air/deposit.
Pursuant to above perception result, seen by that breaking fire cylinder because of some factor: First steps the happening of corrosion at waterside fire cylinder surface. Second step happen by the change of mechanical properties of material caused by over heating.
——————————————————————————————
KEBERADAAN PASIR BESI TITAN DI INDONESIA DAN KEMUNGKINAN PEMANFAATANNYA KEDEPAN

Arifin Arif
Pusat Penelitian Metalurgi LIPI
Komplek PUSPIPTEK, Cisauk, Tangerang

INTISARI
Pasir besi titan merupakan sumber daya bijih besi Indonesia dengan cadangan kedua terbanyak setelah besi laterit, jauh diatas dari cadangan bijih jenis skarn. Hasil penelitian dan pengembangan untuk menjadikannya sebagai alternatif pellet impor di PT Krakatau Steel menunjukkan bahwa karena sifat bijih, maka penggunaannya terbatas hanya sebagai pellet campuran untuk jenis produk baja billet.. Terbentuknya slag campuran akan menyulitkan pengolahan titan dan vanadium dari bijih yang diharapkan sebagai basil Samping. Konsep reduksi dalam bentuk pellet dan peleburan hasil reduksi dalam kupola yang dimodifikasi dan berbasis batubara masih perlu dievaluasi lagi..

ABSTRACT
Iron sand is the second biggest resource of Indonesian iron ores after iron laterite, higher than skarn ore resource. The research and development results to make it as alternative of imported pellet for PT Krakatau Steel showed that due to the ore characteristic, its usage just only as mixing pellets for steel billets reduction. The forming of mixing slag shall be a handicap for titanium and vanadium processing from the ore which are expected as by products. Reduction concept in the form of pellets and melting the reduced pellets in the modified coal based cupola still need evaluation.

Kata Kunci : Bijih Pasir Besi Titan, Proses Hyl, Proses Reduksi Langsung SL-RN, Kupola yang dimodifikasi, Pellet campuran Pasir Besi Batubara,
——————————————————————————————

Pencarian terkait:

pengujujian karakteristik pelet dengan ISO reducibility
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page