HomePublikasiMajalah MetalurgiMajalah Metalurgi Volume 16, No. 1, Juni 2001

Majalah Metalurgi Volume 16, No. 1, Juni 2001

Majalah Metalurgi 2 likes 1.1K views share

Endapan Unsur-unsur Tanah Jarang dan Batuan Granit, (Rustiadi Purawiardi, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 2–8)

(ABSTRAK)

Batuan Granit pembawa oksida unsur jarang, Sn,W, Be, Nb, Ta dan Th terdiri dari Granit tipe S atau seri Ilmenit. Iklim tropis yang panas dan lembab menghasilkan pelapukan kimia yang kuat pada granit. Pelapukan ini menyebabkan alterasi mineral tertentu, seperti Feldspar, yang berubah menjadi mineral lempung. Mineral-mineral Lempung, seperti Kaolinite, Montmorillonite dan Illite, merupakan tempat kedudukan unsur jarang tipe adsorpsi ion.

Adopsi Teknologi Pengolahan Mineral Industri Untuk Pengentasan Kemiskinan, (Edi Herianto, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 9-14)

(ABSTRAK)

Di Indonesia potensi mineral industri dalam jumlah kecil banyak tersebar di daerah tertinggal merupakan daerah yang memiliki kantong-kantong penduduk miskin. Mineral industri dalam jumlah kecil banyak belum termanfaatkan karena bila dikelola dengan kapasitas besar tidak ekonomis. Untuk dapat memanfaatkan deposit tersebut dalam jumlah kecil maka diperlukan suatu modifikasi teknologi yang dapat memecahkan masalah tersebut. Pada tulisan ini akan dipaparkan sejauh mana efek positif dari teknologi pengolahan mineral industri dalam pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal.

Prinsip Dasar Dari Pengelolaan Limbah, (Arifin Arif, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 15-24)

(ABSTRAK)

Meningkatnya kebutuhan konsumtif manusia serta aktivitas industri untuk memenuhinya secara proporsional akan memacu jumlah limbah yang dihasilkan. Hal ini berpeluang menciptakan masalah lingkungan bila tidak dikelola dengan baik. Untuk itu pengelolaan memerlukan perencanaan bahkan penelitian dengan sasaran implementasi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan secara ekonomis dan secara sosial kemasyarakatan.

Peleburan Reduksi Dari Lumpur Aki Bekas, (Asdiman Naibaho dan Arifin Arif, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 25-30)

(ABSTRAK)

Pemanfaatan lumpur PbSO4.H2O, PbO, PbO2 yang berasal dari aki bekas diharapkan dapat mensubstitusi logam timbal (Pb) yang selama ini diimpor. Selain itu proses pengolahan yang tepat terhadap lumpur aki bekas yang merupakan limbah jenis B3 ini sekaligus diharapkan dapat menjadi jalan keluar bagi masalah lingkungan yang ditimbulkannya. Dari jalur proses yang dipilih dihindarkan hal-hal yang dapat menjadi masalah bagi lingkungan sekitar seperti yang terdapat pada proses pengolahan yang selama ini digunakan di masyarakat yaitu pencemaran oleh gas SO2 dan emisi Pb yang berlebihan.

Penghilangan Fe dari Filtrat Hasil Pelarutan Batu-Baterai Bekas Dengan Cara Mengatur Potensial Oksidasi dan Reduksi, (Sumantri S dan Immanuel Ginting, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 31 – 37)

(ABSTRAK)

Dengan makin dikenalnya telpon genggam pada saat ini, penelitian dan pengembangan telah mendukung pemanfaatan batu baterai bekas untuk difokuskan pada spesifikasi bahan baku batu baterai dengan ukuran kecil, kapasitas isi yang tinggi, energi tinggi dan menghindari pencemaran lingkungan. Dalam laporan ini dikemukakan metoda leaching serbuk baterai bekas dengan asam sulfit pada potensial oksidasi/reduksi tertentu. Pemisahan unsur besi (de-Fe) dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan konsentrasi Mn dalam larutan hasil leaching.

Pengaruh Laju Alir Gas Karbon Dioksida Dalam Larutan NaCl dan Ammonia, (Eko Sulistiyono dan Sudarjat, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 38 – 43)

(ABSTRAK)

Proses pereaksian dari garam natrium khlorida (NaCl) dalam bentuk larutan dengan ammonia (NH3) dan karbon dioksida (CO2) merupakan tahap awal dalam pembentukan soda ash (Na2CO3), di mana dari hasil reaksi tersebut akan dihasilkan endapan natrium bikarbonat (NaHCO3), merupakan bahan dasar untuk pembuatan soda ash (Na2CO3). Dalam penelitian ini akan diamati laju alir gas CO2 dan ammonia terhadap pembentukan natrium bikarbonat.

Pengaruh Garam Leleh pada Korosi Suhu Tinggi Baja Paduan dalam Abu Terbang Batubara, (Harsisto dan Puguh Prasetiyo, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 44 – 53)

(ABSTRAK)

Seiring dengan penggunaan bahan bakar minyak yang dominan, peluang pemanfaatan bahan bakar batubara sangat memungkinkan sebagai pengganti bahan bakar minyak tersebut. Di industri-industri berat yang menggunakan boiler sebagai media penukar panas, sudah banyak memanfaatkan bahan bakar batubara. Masalah yang timbul dengan pemanfaatan bahan bakar batubara ini adalah adanya mekanisme korosi suhu tinggi, masalah fouling dan slagging yang dapat menurunkan efisiensi kerja boiler. Masalah slagging dan fouling, didominasi oleh kehadiran unsur-unsur sulfur, vanadium, sodium, kalium dan unsur lainnya yang membentuk senyawa garam leleh pada suhu rendah.

Kemampuan Inhibitor Thiourea dan Asam Oxalat pada Proses Cuci Asam Baja Karbon di dalam Larutan Asam Sulfat, (Iing Musalam dan Rudiyanto, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 54-64)

(ABSTRAK)

Senyawa thiourea dan derivatnya sering digunakan sebagai inhibitor korosi pada proses cuci asam baja karbon. Kemampuan inhibitor ini disebabkan adanya daya adsorpsi molekul thio urea pada permukaan baja karbon, sedangkan pada asam oxalat, ion oxalat dapat membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan ion besi (II) maupun ion besi (III). Dari hasil penelitian ini kemampuan menginhibisi maksimum laju korosi logam baja karbon oleh senyawa thiourea dan senyawa asam oxalat di lingkungan asam sulfat menunjukkan hasil yang relatif sama yaitu tingkat efisiensi 81.67% dengan dosis inhibitor thiourea 0.003 M pada konsentrasi larutan asam sulfat 15%. Tingkat efisiensi inhibitor asam oxalat dengan dosis 0.002 M adalah 79.99% pada konsentrasi asam sulfat 15%. Campuran kedua jenis inhibitor ini 0.003 M thiourea dan 0.002 M asam oxalat mencapai harga efisiensi maksimum 79.99% pada konsentrasi larutan asam sulfat 15%, efisiensi 67.33% pada konsentrasi asam sulfat 20% dan 54.30% pada konsentrasi larutan asam sulfat 25%.

Pembuatan Timbal Nitrat dari Limbah Aki Bekas, (Asdiman Naibaho, Majalah Metalurgi Volume 16 Nomor 1, Juni 2001, Hal : 65-69).

(ABSTRAK)

Umumnya lumpur aki bekas didaur ulang menjadi logam timbal. Cara yang digunakan adalah proses peleburan reduksi yang membutuhkan temperatur tinggi sekitar 1200 – 1300oC. Proses ini menghasilkan gas SO2 dan emisi timbal yang berlebihan yang merupakan polutant. Penelitian ini mencoba untuk mendisversifikasi produk hasil olahan lumpur dari hanya logam timbal ke senyawa timbal nitrat. Bahan baku yang digunakan adalah PbO, PbO2, PbCO3 sebagai produk hasil karbonatasi dari lumpur.

Pencarian terkait:

jual thiourea
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page