HomePublikasiMajalah KorosiMajalah KOROSI, Vol. 12, No. 1, Oktober 2003

Majalah KOROSI, Vol. 12, No. 1, Oktober 2003

Majalah Korosi 0 likes 604 views share

Pengaruh Kualitas Air Baku Terhadap Korosi dan Pembentukan Kerak pada Sarana Bantu Pipa Saluran untuk Unit Heat Exchanger (Drs. Sundjono, Drs. Iing Musalam, Ir. Ronald Nasoetion, MT., Majalah Korosi, Volume 12, No. 1, Oktober 2003)

(ABSTRAK)

Masalah korosi dan pembentukan kerak sering terjadi di industri khususnya pada peralatan bantu pipa saluran untuk unit heat-exchanger. Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi dan pembentukan kerak antara lain kualitas air baku, temperatur dan jenis material logam. Telah dilakukan Penelitian pengaruh air baku dari Waduk Jatiluhur terhadap korosi pada beberapa jenis baja karbon dari kupon korosi : A 179, C 1045, A 192 dan A 515-70, dalam variasi temperatur 32, 37 dan 50oC dengan menggunakan teknik polarisasi dan prediksi kecenderungan pembentukan kerak dari hasil analisa kimia komposisi air baku.Dari hasil analisa contoh air baku menunjukan adanya perubahan derajat indek kejenuhan kelebihan positif. Harga negatif derajat indek kejenuhan menunjukan bahwa air baku dari waduk Jatiluhur bersifat korosif. Dari hasil penelitian korosi menunjukan bahwa laju korosi logam dipengaruhi oleh kualitas air baku, temperatur, komposisi kimia, struktur mikro dan proses fabrikasi material logam. Laju korosi baja karbon A 515-70 lebih tinggi dibandingkan dengan A 192, C 1045 dan A 179 dan laju korosinya meningkat dengan kenaikan temperatur dan derajat indek kejenuhan.

Pengujian Kualitas Nikel Sulfat dengan Hull Cell (Ir. Harini, Sri Mulyaningsih, ST., Majalah Korosi, Volume 12, No. 1, Oktober 2003)

(ABSTRAK)

Digunakan Hull Cell untuk mempelajari empat contoh Nikel sulfat yaitu NS I, NS II, NS III dan NS IV yang dibeli secara acak dari pasaran. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa NS III memberikan hasilpelapisan yang terbaik, diikuti dengan NS IV, NS I, dan NS II. Kondisi operasi yang optimum untuk NS III adalah pada daerah rentang rapat arus 3-5 A/dm2.

Pengaruh Temperatur Terhadap Korosi Retak Tegang Baja Tahan Aisi 316 di dalam Larutan HCl 0,82M (Drs. Iing Musalam, Majalah Korosi, Volume 12, No. 1, Oktober 2003)

(ABSTRAK)

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh temperatur media larutan HCL terhadap karakteristik korosi retak tegang (SCC) pada baja tahan karat AISI 316 yang mengalami sentisisasi. Temperatur media larutan HCL 0,82M divariasikan 70oC, 80oC, 90oC dan 100oC, benda uji yang diteliti mengalami sensitisasi selama 24 jam pada temperatur : 500oC, 650oC, 850oC dan 950oC. Alat uji korosi retak tegang yang digunakan adalah model Cantilever dengan perbandingan panjang lengan 1 : 10 degan tegangan (s) tetap 40 kg/mm2. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur larutan semakin pendek waktu patah benda uji dan laju pertambahan panjang akan semakin tinggi apabila temperatur larutan naik. Waktu patah pada benda uji yang mengalami sensitisasi 650oC lebih pendek dari benda uji lainnya dan bentuk patahan permukaan permukaan yang diamati dengan menggunakan SEM, benda uji yang mengalami sensitisasi 650oC adalah antar butir, sedangkan pada benda uji yang lainnya sebagian besar lewat butir. Temperatur kritis untuk terjadi korosi retak tegang pada benda uji yang mengalami sensitisasi, lebih rendah daripada benda uji yang tidak mengalami sensitisasi.

Pemulihan Dinamis dan Rekristalisasi Dinamis pada Kawat Komposit Cu- 18% Nb dan Kawat Tembaga (Andika Widya Pramono, M.Sc, Majalah Korosi, Volume 12, No. 1, Oktober 2003)

(ABSTRAK)

Percobaan ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang proses rekristalisasi dinamis dan pemulihan dinamis yang terjadi pada kawat komposit Cu-18% Nb dan kawat tembaga sebagai pembanding, akibat adanya deformasi plastis. Hasil pengamatan struktur mikro, pengukuran makrotekstur, serta uji tarik menunjukkan bahwa kedua proses ini saling berkompetisi untuk dapat mendominasi proses pelunakan.

Penggunaan Larutan Tembaga Pirofosfat sebagai Pengganti Tembaga Sianida pada Proses “Strikke” untuk Barang Cor Berbasis Zink (Sri Mulyaningsih, ST., Ir. Harini, Majalah Korosi, Volume 12, No. 1, Oktober 2003)

(ABSTRAK)

Larutan tembaga pirofosfat digunakan untuk menggantikan larutan sianida sebagai larutan proses strike untuk barang cor berbasis zink. Larutan pirofosfat mengandung 250 g/l Tetrakalium pirofosfat, larutan berkisar antara 8 – 8,5. Sedangkan larutan sianida terdiri dari Tembaga sianida 30 g/l, Natrium sianida 35 g/l dan Natrium karbonat 40 g/l dan garam Rochelle 45 g/l. Hasil pelapisan dengan larutan sianida, dan struktur mikro keduanya menunjukan pola yang sama. Kesimpulannya larutan pirofosfat dapat digunakan untuk menggantikan larutan sianida.

Pembuatan Anoda Karbon untuk Proteksi Katodik Berbasis Aluminium (Ir. Ronald Nasoetion, MT., Ir. Eddy Dwi Tjahjono, Drs. Iing Musalam, Drs. Sunjono, Ir. Budi Priyono, Ir. Yuswono, M.Sc., Pius Sebleku, ST., Majalah Korosi, Volume 12, No. 1, Oktober 2003)

(ABSTRAK)

Kerusakan akibat korosi pada struktur baja di bawah permukaan air maupun tanah dapat disebabkan oleh lingkungan yang korosif serta ketahanan terhadap korosi (Corrosion resistance) dari logam yang rendah. Untuk memperpanjang usia pakai struktur baja di bawah permukaan air maupun tanah maka digunakan sistem proteksi katodik menggunakan anoda korban. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan anoda Al dengan komposisi tertentu yang bervariasi guna mendapatkan anoda yang memproteksi struktur baja. Anoda aluminium banyak digunakan sebagai anoda korban di laut. Metoda penelitian yang dilakukan adalah dengan mempelajari teknik melting (pencairan) dan teknik alloying (pemaduan) dalam pembuatan anoda Al serta diikuti dengan serangkaian pengujian metalografi, fisik dan efisiensi arus terhadap variasi komposisi yang dibuat. Dari pengujian yang dilakukan hasil yang terbaik diperlihatkan oleh anoda no. 2 untuk paduan Al-Zn-In di mana efisiensinya sebesar 80,1%, Kapasitas arus sebesar 2386 A.J/Kg dan Laju konsumsi 4,012 Kg/A.th sedangkan untuk paduan Al-Zn-Sn ditujukan oleh anoda no. 5 dengan efesiensi arus sebesar 72%, kapasitas arus sebesar 2155 Ah/Kg dan laju konsumsi sebesar 4,839 Kg/A.th.

Pencarian terkait:

intext:majalah intext:oktober 2003
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page