HomePublikasiMajalah KorosiMajalah KOROSI, Vol. 16 No. 1, April 2007

Majalah KOROSI, Vol. 16 No. 1, April 2007

Majalah Korosi 0 likes 1.6K views share

Link
———————————————————————————————–
Daftar isi
———————————————————————————————–
PENGUJIAN KARAKTERISTIK ANODA SENG UNTUK PROTEKSI KATODIK
Ronald Nasoetion, Eddy Dwi Tjahjono, Sutisna

CORROSION ANALYSIS OF SS-430 IN HYDRO CHLORIDE SOLUTION
– Marzuki Silalahi dan Nurdin Effendi

PENGARUH LAJU ALIR FLUIDA AIR LAUT TERHADAP KOROSI EROSI PADA LOGAM TEMBAGA DAN PADUAN
Sundjono

KINERJA CAMPURAN INHIBITOR NITRIT-MOLIBDAT UNTUK MENGURANGI KOROSI BAJA DI SISTEM PENDINGIN
Hartati Soeroso dan Gadang Priyotomo

PENELITIAN KERUSAKAN PADA BURNER NOZZLE DARI SEBUAH UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP
– D.N. Adnyana

KARAKTERISASI DEGRADASI MATERIAL NONFERROUS DI LINGKUNGAN KABUT SODIUM KLORIDA 5%wt DENGAN STANDAR ASTM B117-97
Gadang Priyotomo dan Hartati Soeroso

ELEKTROLES NIKEL: Proses dan Aplikasinya
Harini
———————————————————————————————–
Lembar Abstrak
———————————————————————————————–
PENGUJIAN KARAKTERISTIK ANODA SENG UNTUK PROTEKSI KATODIK
Ronald Nasoetion, Eddy Dwi Tjahjono, Sutisna

Unjuk kerja dari anoda korban Zn untuk proteksi katodik tergantung dari besaran edisiensi arus, kapasitas arus dan laju konsumsi sebagai karakteristik anoda. Serangkaian pengujian dilakukan terhadap anoda korban seng dengan paduan Zn-Al (bervariasi dari 0,10-0,50%) – Cd (bervariasi dari 0,025-0,150%). Hasil pengujian memperlihatkan masing-masing anoda Zn-0,20 Al – 0,075Cd dan Zn-0,40 Al-0,075 Cd mempunyai penampilan yang terbaik dengan efisiensi arus 99,74% dan 99,42%, kapasitas arus 814,69 Ah/kg dan 817,30 Ah/kg, laju konsumsi 10,75 kg/Ay dan 10,71 kg/Ay.
Kata kunci: anoda korban, proteksi katodik, efisiensi arus, kapasitas arus, laju konsumsi.
———————————————————————————————–
CORROSION ANALYSIS OF SS-430 IN HYDRO CHLORIDE SOLUTION
Marzuki Silalahi dan Nurdin Effendi

Telah dilakukan analisis korosi dari bahan komersial SS-430 dalam medium asam klorida dengan variasi konsentrasi sebesar 0,01 M, 0,02 M, 0,03 M, dan 0,04 M, yang masing-masing bersesuaian dengan nilai-nilai pH 2,0, 1,7, 1,523, dan 1,4. Eksperimen dilakukan dengan alat uji potentiostat/galvanometer tipe M-273 EG&G. Struktur mikro pada permukaan sampel yang telah dikorosikan diperiksa dengan menggunakan SEM yang dilengkapi dengan EDS (energy dispersive spectroscopy) untuk mendeteksi jenis produk korosi yang mungkin tumbuh pada permukaan sampel. Untuk konfirmasi hasil produk korosi yang mungkin tumbuh pada permukaan sampel juga dideteksi dengan difraksi sinar-X. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pada bahan komersial SS-430 yang dikorosikan pada medium larutan asam klorida dengan variasi konsentrasi tersebut hanya terjadi sedikit korosi sehingga menurut kriteria Fontana spesimen uji ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap korosi dalam larutan asam chlorida. Hal ini juga ditunjukkan oleh sangat rendahnya nilai laju kororsi dalam eksperimen ini. Dari pemeriksaan dengan EDS dan difraksi sinar-X ditunjukkan bahwa jenis produk kororsi yang mungkin adalah oksida krom dan oksida besi.
Kata kunci : korosi, bahan SS-430, larutan asam klorida, laju korosi, produk korosi.
———————————————————————————————–
PENGARUH LAJU ALIR FLUIDA AIR LAUT TERHADAP KOROSI EROSI PADA LOGAM TEMBAGA DAN PADUAN
Sundjono

Logam tembaga dan paduannya relatif lebih tahan terhadap korosi di lingkungan air laut dibandingkan dengan logam baja atau baja tahan karat. Tetapi, pada umumnya logam tembaga dan paduannya ternyata kurang tahan terhadap korosi erosi. Telah dilakukan penelitian laju korosi erosi dengan metode polarisasi. Logam uji adalah monel (70% Ni-30% Cu), cupronickel 90-10, tembaga dan yellow brass 33% Zn-67% Cu. Media uji adalah air laut yang berasal dari Muarakarang, Jakarta Utara dan Belawan, Sumatera Utara. Parameter uji: variasi suhu: 30, 50, 70, dan 90°C dan laju air: 0,500, 1.000 meter/detik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi erosi logam monel relatif lebih tahan dibandingkan dengan cupronickel 90-10, tembaga, dan yellow brass. Laju korosinya dipengaruhi oleh kualitas air laut, suhu, dan laju alir fluida.
Kata Kunci: tembaga, paduan tembaga, yellow brass, air laut, khlorida, monel, cupronickel suhu, polarisasi, korosi erosi, laju air.
———————————————————————————————–
KINERJA CAMPURAN INHIBITOR NITRIT-MOLIBDAT UNTUK MENGURANGI KOROSI BAJA DI SISTEM PENDINGIN
Hartati Soeroso dan Gadang Priyotomo

Pengaruh inhibitor nitrit-molibdat pada pengendalian korosi di sistem pendingin telah diteliti melalui pengujian elektrokimia. Laju korosi baja diukur dengan metode polarisasi linier. Pengujian dilakukan pada pH 7,8 – 8,5; rentang suhu dari suhu kamar (27°C) hingga suhu 75°C. Adapun rentang konsentrasi campuran inhibitor nitrit-molibdat yang ditambahkan adalah dari 0 – 50 ppm campuran inhibitor nitrit-molibdat. Urutan nilai efisiensi tertinggi pada perbandingan inhibitor nitrit-molibdat adalah 95,62% (suhu 50°C, 3:1), 91,74% (suhu 75°C, 3:2), dan 82,68% (suhu 27°C, 2:3). Nilai laju korosi dan rapat arus korosi praktis menurun dengan penambahan inhibitor nitrit-molibdat. Inhibitor campuran nitrit-molibdat menunjukkan efek aditif pada 75°C. Kinerja inhibitor nitrit-molibdat dengan dosis nitrit lebih banyak pada suhu lebih tinggi menghasilkan kinerja yang lebih baik.
Kata kunci: korosi baja, air pendingin, nitrit, molibdat, inhibitor, polarisasi linier, efisiensi.
———————————————————————————————–
PENELITIAN KERUSAKAN PADA BURNER NOZZLE DARI SEBUAH UNIT PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP
D.N. Adnyana

Dari hasil inspeksi diketemukan bahwa hampir seluruh unit burner nozzle yang digunakan pada sebuah unit PLTU mengalami kerusakan terutama pada bagian ujung atau hidung nozzle tempat terjadinya proses pembakaran. Dua unit burner nozzle yang rusak dipotong di bagian ujungnya untuk diuji di laboratorium meliputi: uji mikroskopik, analisis komposisi kimia, uji mikrostruktur, uji kekerasan, dan uji XRF (X-Ray Fluorescence). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa jenis kerusakan yang terjadi termasuk long-term overheating yang ditandai oleh terbentuknya fasa sigma dan/atau karbida pada material burner nozzle yang terbuat dari baja stainless austenit. Diperkirakan bahwa pembentukan fasa sigma dan/atau karbida tersebut terjadi pada rentang suhu 700-950°C. Dengan terbentuknya fasa tersebut mengakibatkan material burner nozzle di bagian ujung nozzle menjadi sangat rentan mengalami korosi dan/atau oksidasi. Proses korosi yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh pengaruh unsur sulfur dan vanadium yang terkandung di dalam bahan bakar minyak, sedangkan tingginya suhu yang telah menimbulkan long-term overheating diduga akibat penggunaan tiupan atau aliran udara (seal air) yang menimbulkan jilatan nyala api (burn out) di sekitar bagian ujung burner nozzle tersebut.
Kata kunci: burner nozzle, longterm overheating, korosi, sulfur, vanadium, tiupan/aliran udara (seal air)
———————————————————————————————–
KARAKTERISASI DEGRADASI MATERIAL NONFERROUS DI LINGKUNGAN KABUT SODIUM KLORIDA 5%wt DENGAN STANDAR ASTM B117-97
Gadang Priyotomo dan Hartati Soeroso

Kegagalan material berbasis nonferrous akibat korosi sering terjadi di lingkungan klorida sehingga pemilihan material harus diperhatikan. Ini dapat mengurangi kerusakan proses. Pengujian kabut garam dengan interval ekspos 24, 48, 72, 96, dan 168 jam diperlukan untuk melihat kecenderungan dari selisih berat setiap sampel dan laju korosi pada alumunium murni, kuningan, (70Cu/30Zn), dan tembaga murni. Laju korosi tertinggi (3,91 mpy) adalah alumunium murni. Indikasi korosi pitting terjadi pada logam alumunium. Indikasi proses dezinefikasi terjadi pada kuningan. Laju korosi terendah (2.619389 mpy) adalah tembaga murni. Urutan nilai laju korosi tertinggi hingga terendah yaitu alumunium murni (3,91 mpy), kuningan (3.625497 mpy), dan tembaga murni (2.619389 mpy).
Kata kunci: uji kabut garam, klorida, laju korosi, logam bukan besi, desinefikasi.
———————————————————————————————–
ELEKTROLES NIKEL: Proses dan Aplikasinya
Harini

Elektroless Nikel (ENi) adalah proses plating yang tidak menggunakan sumber arus listrik, merupakan proses otokatalitik yaitu terjadinya endapan yang kontinu karena reduksi kimia dari ion nikel yang berasal dari dalam larutan dengan bantuan zat reduktor yang juga terkandung di dalam larutan. Salah satu keunggulan lapisan hasil elektroles bila dibandingkan dengan lapisan hasil elektroplating adalah; lapisan elektroles memiliki ketebalan yang serba sama di setiap bagian permukaan dengan bentuk dan geometri yang kompleks. Memiliki sifat-sifat fisik maupun mekanik yang sangat baik antara lain ketahanan korosi yang tinggi, ketahanan arus, kekerasan permukaan, sifat magnetik, dan tahanan listrik (electricak resistivity ). Proses ENi dapat dilakukan pada beberapa jenis logam dasar, misal baja karbon, baja lunak, baja tahan karat, alumunium, tembaga dan paduannya bahkan bisa juga dilakukan pada plastik. Aplikasi produk ENi antara lain pada industri elektronika, komputer, otomotif, kimia, dll.
Kata kunci: Elektroles, Nikel, Fosfor, ENi, korosi, kekerasan, aus, baja, alumunium, elektronika otomotif.
———————————————————————————————–

Pencarian terkait:

perbedaan burner almunium dan kuningan, produk rekayasa plating, alat inspeksi kekerasan hasil coating, laju kegagalan nozel, pengaruh pH pada korosi alumunium
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page