HomePublikasiMajalah KorosiMajalah KOROSI, Vol. 14, No. 2, 2005
books_0021

Majalah KOROSI, Vol. 14, No. 2, 2005

Majalah Korosi 0 likes 1K views share

Link
————————————————————————————————-
Daftar Isi
————————————————————————————————-
Inhibisi Korosi Baja dalam Air Kondensat Terkontaminasi CuCl2 Menggunakan Natrium Fosfat
– Isdiriayani Nurdin, Ismail Marzuki, Larisa Deviyani, M. Irfan S

Lapis Lindung Cat, Cara Ampuh Melawan Karat
– Iing Musalam

Kegagalan Unjuk Kerja Anoda Korban Alumunium pada Proteksi Korosi Floating Tank Minyak Mentah dalam Lingkungan Air Laut
– Sundjono

Interangular Stress Corrosion Cracking (IGSCC) pada Baja Tahan Karat 316
– Koos Sardjono K.P.

Ketahanan Korosi Lapisan Zn dan Ni-Zn Hasil Proses Electroplating
– Ronald Nasoetion, Jesse G.P. Nasution, Ricky Ridwan

————————————————————————————————-
Lembar Abstrak
————————————————————————————————-
Inhibisi Korosi Baja dalam Air Kondensat Terkontaminasi CuCl2 Menggunakan Natrium Fosfat

Isdiriayani Nurdin, Ismail Marzuki, Larisa Deviyani, M. Irfan S

Intisari
Korosi pada sistem kondensor dan boiler atau jalur kondensat diakibatkan oleh reaksi antara permukaan dalam pipa dan tube dengan air boiler atau air kondensat yang terkontaminasi ion tembaga (Cu2+), yang berasal dari produk korosi alat-alat penukar panas. Untuk mengendalikan korosi tersebut ditambahkan sodium phosphate dalam bentuk TSP dan DSP sebagai inhibitor korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontaminan CuCl2 terhadap korosi baja dalam air kondensat, dan efektivitas inhibisi korosi DSP dan TSP. Pada penelitian ini, pengukuran laju korosi baja dalam air kondensat buatan yang ditambah dengan CuCl2 dan variasi konsentrasi inhibitor dilakukan dengan metode Tafel. Mekanisme inhibisi diprediksi berdasarkan metode voltametri siklik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju korosi baja dalam air kondensat tiruan meningkat dengan kehadiran kontaminan CuCl2. Kombinasi DSP-TSP efektif sebagai inhibitor korosi baja dalam air kondensat terkontaminasi CuCl2, dengan keefektifan inhibisi korosi tertinggi didapat pada nisbah DSP:TSP 35:65. Reaksi korosi baja dalam air kondensat tiruan terkontaminasi CuCl2 dengan penambahan inhibitor adalah oksidasi besi (Fe) menjadi besi (II) yang irreversibel dan berlangsung dalam satu tahap.

Kata kunci: korosi baja, air kondensat, CuCl2, sodium phosphates, voltametri siklik
————————————————————————————————-
Lapis Lindung Cat, Cara Ampuh Melawan Karat
Iing Musalam

Intisari
Pengaruh korosi terhadap kerusakan logam merupakan hal yang serius untuk sektor industri terutama yang berlokasi di daerah pantai. Salah satu cara penanggulangan serangan korosi/karat terhadap struktur logam adalah dengan cara menggunakan lapisan bahan organik atau cat. Keunggulan lapisan cat pada sistem proteksi korosi mudah cara penerapannya, dapat dilapis ulang dan lapisannya memiliki nilai estetika. Faktor sangat penting yang mempengaruhi umur lapisan cat terletak pada kelayakan persiapan permukaan logam sebelum dilapisi cat. Artikel ini menjelaskan bagaimana sistem lapisan cat melawan proses korosi.

Kata kunci: korosi, penanggulangan, karat, coating, logam, cat
————————————————————————————————-
Kegagalan Unjuk Kerja Anoda Korban Alumunium pada Proteksi Korosi Floating Tank Minyak Mentah dalam Lingkungan Air Laut
Sundjono

Intisari
Telah dilakukan analisa kegagalan terhadap 2 jenis anoda korban aluminium. Kedua anoda tersebut telah dipasang selama kurang lebih satu tahun untuk proteksi floating tank minyak mentah dalam lingkungan air laut. Dari hasil pengamatan visual terhadap kedua anoda korban aluminium menunjukkan adanya kegagalan terhadap kedua anoda tersebut, yang diindikasikan di samping ada lapisan white rust dari produk korosi aluminium dan bercak-bercak red rust, juga ditumbuhi oleh binatang laut. Untuk mengetahui penyebab tersebut, kedua anoda dianalisis dan dievaluasi. Analisa meliputi komposisi kimia, uji potensial terbuka dan tertutup, kapasitas dan efisiensi arus dengan metode galvanostatik. Dari hasil analisis komposisi kimia menunjukkan bahwa kedua anoda tersebut terbuat dari bahan baku aluminium primer kualitas rendah dengan kadar aluminium berturut-turut 87,6575 dan 87,4409 % Al, dan kadar pengotor logam seperti Si, Fe dan Cu sangat tinggi. Selain itu, kapasitas dan efisiensi arus dari kedua anoda relatif rendah dibandingkan dengan anoda korban standar yang dipersyaratkan berturut-turut adalah 1473 A.jam/kg dan 49,40%; 1478 A.jam/kg dan 49,58%.

Kata kunci: Anoda korban, aluminium, floating tank, minyak mentah, air laut, white rust, produk korosi, red rust, binatang laut, komposisi kimia, potensial tertutup dan terbuka, kapasitas dan efisiensi arus, galvanostatik.
————————————————————————————————-
Interangular Stress Corrosion Cracking (IGSCC) pada Baja Tahan Karat 316
Koos Sardjono K.P.

Intisari
Pabrik proses-kimiawi harus benar-benar memperhatikan aliran fluida, peralatan proses, temperatur dan tekanan operasionalnya. Kasus korosi telah ditemukan pada komponen peralatan catalityc cracker di industri petrokimia. Lokasi kerusakan karena korosi pada ujung saluran pipa dari baja tahan karat tipe 316 dekat dengan sambungan 90°, yang mana keduanya disambung dengan proses pengelasan busur nyala. Beberapa metode pemeriksaan yang dipakai, antara lain pengamatan visual, analisis komposisi kimia, metalografi fraktografi, SEM/EDAX, dan uji kekerasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa IGSCC (Intergranular Stress Corrosion Cracking) penyebabnya dari lingkungan luar, yaitu serangan oleh polythionic acid.

Kata kunci: Catalityc cracker, industri petrokimia, SEM/EDAX, IGSCC, polythionic acid
————————————————————————————————-
Ketahanan Korosi Lapisan Zn dan Ni-Zn Hasil Proses Electroplating
Ronald Nasoetion, Jesse G.P. Nasution, Ricky Ridwan

Intisari
Telah dilakukan serangkaian pengujian terhadap keempat benda uji A, B, C, dan D hasil proses electroplating dari larutan Zn dan larutan Ni-Zn yang bervariasi. Pengujian ketahanan korosi dilakukan dengan mengekspos benda uji di dalam alat uji kabut garam menggunakan standar ASTM B117 selama 200 jam. Penilaian ketahanan korosi dinyatakan dalam rating number berdasarkan luas permukaan yang terkorosi menggunakan ASTM D 1654. Ketahanan korosi yang baik dari benda uji A, B, dan C yang menggunakan larutan Ni-Zn ditunjukkan oleh benda uji B. Adapun benda uji D dengan menggunakan larutan Zn menunjukkan ketahanan korosi yang baik untuk ketebalan > 20 µm.

Kata kunci: Pengujian, ekspos, uji kabut garam, rating number, ketahanan korosi
————————————————————————————————-

Pencarian terkait:

besi dalam kondensat, data data fisik cucl2, komponen larutan cucl2, persiapan uji fraktografi
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page