HomeUmumBakteri Penyebab Bio-Korosi

Bakteri Penyebab Bio-Korosi

Umum 1 likes 7.4K views share

Bakteri penyebab bio-korosi
Biologically influenced corrosion (BIC) atau bio-korosi merupakan korosi yang disebabkan oleh mikro organisme dapat berupa bakteri, jamur atau alga.  Dalam bio-korosi,  mikroorganisme dapat berperan secara aktif maupun secara pasif dalam menyebabkan korosi.
Pada bio-korosi aktif kehadiran mikro organisme menyebabkan terjadinya reaksi korosi atau mempercepat adanya reaksi korosi, bio-korosi dipengaruhi oleh ph, temperature,  laju aliran fluida, konsentrasi oksigen, polarisasi elektroda, konduktivitas elektrolit. selain itu faktor  tempat seperti lingkungan asam dan kehadiran ammonia merupakan faktor lainya yang mempengaruhi terjadinya bio-korosi.
Pada bio-korosi passif, kehadiran mikro-organisme baik yang telah mati atau masih hidup menyebabkan perubahan laju aliran pada fluida yang menginduksi adanya erosi korosi.  bio-korosi passif dapat pula terjadi  melalui dekomposisi mikroorganisme yang telah mati yang menyebabkan timbulnya gas hidrogen yang berkontribusi pada timbulnya hidrogen embritlement, atau matinya mikroorganisme menyebabkan timbulnya gas ammonia pada daerah tertentu yang berkontribusi pada percepatan laju korosi.
Bio-korosi aktif dapat disebabkan baik oleh bakteri aerob ataupun anaerob, beberapa tipe bakteri yang menyebabkan bio-korosi antara lain pereduksi sulfat, pemproduksi asam, pendeposit logam, slime formers. beberapa bakteri pereduksi sulfat yang dikenal antara lain desulfovibrio, desulfomonas, desulfotomaculun, umumnya bakteri pereduksi sulfat merupakan bakteri anerob, bakteri pereduksi sulfat memiliki ketahanan baik pada tempratur sampai dengan 80 C, bakteri ini bekerja baik pada ph 5-9.
Thiobaccilius Thioxsidans dan clostridia merupakan  bakteri penghasil asam, Bakteri Thiobaccilius Thioxsidans mengoksidasi  senyawa sulflur menjadi sulfat, Thiobaccilius Thioxsidans merupakan bakteri yang bersifat aerob, sementara clostridia bersifat anaerob, clostridia menghasilkan asam organik rantai pendek.
Gallionella merupakan bakteri yang mampu mengoksidasi ion ferro Fe+2 ke ion ferri Fe+2  ,Gallionella umumnya berdeposit bersama ion besi, mangan yang mengandung ion klorida, bakteri Gallionella sering ditemukan pada sambungan las, beberapa bakteri  pengoksidasi besi lain yang dikenal antara lain sphaerotilus, crenothrix dan lepthotrix, Psedomonas merupakan bakteri slime formers, lapisan slim merupakan polymer extraselular hasil metabolisme, lapisan slim dari bakteri slim former berkontribusi pada timbulnya korosi yang disebabkan adanya sel konsentrasi.
 Korosi oleh bakteri jarang ditemukan pada paduan titanium, namun sering terjadi pada besi, baja dan beberapa paduan tembaga. Biokorosi dapat dihindari dengan modifikasi material yang digunakan, perubahan sistem operasi, treatment kimia. (YNT)

Pencarian terkait:

besi dapat berkarat karena aktivitas bakteri kelompok, besi dapat berkarat hal ini disebabkan oleh aktivitas bakteri kelompok, bakteri penyebab korosi, bakteri besi atau gallionella adalah bakteri, bakteri penyebab besi berkarat, bakteri penyebab karat besi, bakteri penyebab karat, bakteri gallionella, bio metalurgi, besi dapat berkarat karena aktivitas bakteri berkelompok
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page