HomeindonesiaATTACT, Teknologi ‘Pencuci’ Udara Atasi Pandemi Covid-19

ATTACT, Teknologi ‘Pencuci’ Udara Atasi Pandemi Covid-19

indonesia Internal lipi material metalurgi Penelitian 3 likes 831 views share

Serpong, Humas LIPI. Produk inovasi teknologi LIPI, “ATTACT” Airborne nano-Trapping Technology for Anti COVID Treatment), merupakan pembersih udara pencegah penyebaran virus COVID-19 melalui airborne (penyebaran melalui udara).

Peneliti senior sekaligus Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI (P2MM-LIPI), Nurul Taufiqu Rochman, beserta tim, sejak awal pandemi Covid-19, mengembangkan alat yang bertujuan “mencuci” udara dari virus dan bakteri. Alat ini menggunakan metoda nano titania dan sinar ultra violet.

ATTACT yang dikembangkan dalam waktu beberapa bulan ini, merupakan kolaborasi riset antara Pusat Penelitian Metalurgi, dan Material LIPI, PT Nanobubble Karya Indonesia, dan Dewan Riset Daerah Jakarta (DRD Jakarta).

Alat ini dirancang untuk memurnikan udara dalam ruangan dan mencegah penyebaran ke luar ruangan. Metoda yang digunakan adalah nano-trapping untuk menangkap virus dan metoda UVGI (Ultra Violet Germicidal Inactivation) untuk menonaktifkan virus.

Dalam pengaplikasiannya, mesin ini memiliki daya hisap kipas kurang lebih empat meter dari posisi alat. Apabila dipakai di ruangan yang lebih luas, sirkulasinya dapat dibantu dengan menambahkan kipas angin atau alat lain yang diarahkan ke alat ini.

Di dalam mesin ATTACT tersebut, udara yang dihisap akan disaring dan terkena oleh air yang mengandung disinfektan atau sabun. Kemudian udara dibersihkan menggunakan sinar ultra violet, lalu diperkuat lagi dengan penggunaan lapisan nanotitania pada dinding sistem tertutup pada mesin.

Menurut Peneliti Nurul, ‘mencuci’ udara dengan cairan disinfektan atau sabun, akan ada udara yang bersih keluar, tetapi karena masih ada keraguan apakah masih ada satu-dua bagian virus atau bakteri yang mungkin masih terlewat, maka selain disinari sinar UV, ATTACT dipasangi teknologi nano berupa nanotitania pada dinding-dindingnya.

Diharapkan ketika udara yang ‘dicuci’, disinari ultra violet, dan bersentuhan dengan dinding nanotitania, virus dan bakteri akan langsung mati. Udara selanjutnya dihembuskan menjadi udara yang segar dan sehat.

Selain efektif mengeliminasi virus dan bakteri, alat ini aman digunakan secara terus menerus karena bisa tidak menggunakan disinfektan kimia dan bahan berbahaya pada manusia, tetapi hanya berupa sabun cair.

Kelebihan lain dari ATTACT ini yaitu praktis, mudah dioperasikan, mudah perawatannya, dan hemat energi. Alat ini hanya mengkonsumsi daya hanya sebesar 240 Watt, disertai sensor yang mampu mendeteksi banyaknya orang di ruangan secara otomatis. Untuk perawatan produk ini, hanya dilakukan satu kali selama seminggu dengan menambahkan air plus 0,1% disinfektan atau sabun pada tangki.

Teknologi ini dirancang untuk menjangkau ruangan berukuran 6 x 6 meter. Oleh karena itu, ATTACT sangat sesuai digunakan di rumah atau fasilitas umum yang ada di masyarakat, seperti perkantoran, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, restoran, dan ruang publik lainnya.

Pembersih udara telah memiliki paten ini telah lulus uji bakteri dari IPB University dan sudah dilisensikan ke PT Nanobubble Karya Indonesia. Saat ini ATTACT tengah menunggu antrian untuk diuji lebih lanjut melalui Laboratorium Biosafety Level3 (BSL-3) LIPI yang ada di Cibinong.

Pada mesin ATTACT juga dikembangkan nanosilver yang merupakan larutan partikel perak berukuran nano, yang apabila dicampurkan dengan sabun atau disinfektan, dapat lebih efisien. Sebagai informasi, produk teknologi ini telah terjual lebih dari 100 unit.

(har, nh, adl)