Homeindonesia1st Indonesian Carbon Meeting : Ajang Peneliti untuk Membangun Jejaring Kerja Sama

1st Indonesian Carbon Meeting : Ajang Peneliti untuk Membangun Jejaring Kerja Sama

indonesia Kerjasama lipi metalurgi Training & Workshop 4 likes 277 views share

Serpong, Humas LIPI. Indonesia merupakan salah satu negara produsen material karbon terbesar di dunia. Indonesia menjadi penghasil batu bara terbesar keempat di dunia. Di masa depan, karbon diprediksi menjadi material penting untuk beragam aplikasi. Mulai dari material penyimpan energi, sel surya, sensor diagnostic, drug delivery system, smart textile, komposit performa tinggi untuk bahan material struktur.

Pada Selasa (26/3) Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mencoba menginisiasi 1st Indonesian Carbon Meeting. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mengeksplorasi ide baru dalam material karbon, mempertemukan para peneliti untuk mengembangkan komunitas riset dan ilmiah sehingga tercipta kolaborasi interdisipliner dari berbagai institusi dalam teknologi karbon.

“Karbon merupakan material dengan struktur kristal, bisa dimanfaatkan ke hal-hal yang inovatif, terang Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material, Dr. Andika. “Kami mencoba memfasilitasi pertemuan karbon yang pertama untuk mengembangkan jejaring peneliti, misalnya untuk program INSINAS (Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional) dalam rangka mencoba menjawab tantangan industri melalui penelitian dari hulu ke hilir. Hasil pertemuan ini bisa menjadi bahan diskusi untuk kedepannya dalam mengembangkan masyarakat karbon Indonesia,” ujar Dr. Andika saat membuka acara.

Sejumlah ahli karbon hadir dalam acara ini. Dr. Murni Handayani dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI memulai presentasi dengan judul Carbon Nanostructures Architectonics: Synthesis, Functionalization and Applications, dilanjutkan Dr. Gagus Ketut Sunnardianto dari Pusat Penelitian Kimia LIPI dengan Storing-releasing Hydrogen Process on Graphene Activated by Atomic-vacancy. Sesi kedua diisi oleh Dr. Dedy H.B. Wicaksono dari Swiss German University dengan topik CNT-coated Thread as Wearable Biomedical Sensor dan Dr. Eddwi Hesky Hasdeo dari Pusat penelitian Fisika LIPI dengan Raman Spectroscopy of Carbon Nanotubes, Graphene and Beyond. Pada sesi ketiga, Isa Anshor, Ph.D dari Institut Teknologi Bandung menampilkan presentasi Development of Low Cost Carbon-based Electrochemical Sensor. PD Dr. rer. nat. habil Nikos Tsierkesos dari Technische Universitat Ilmenau Jerman menyajikan Synthesis Characterization and Applications of Carbon Nanotubes in Electrochemistry. Dr. Nono Darsono dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI dengan topik Dispersion and Rheology of Carbon Nanotubes.

Sepanjang jalannya acara, peneliti diajak mencoba menggali berbagai potensi material karbon dari berbagai aspek. Seperti sebagai penyimpan energi, aspek arsitektronik molekuler karbon, penggunaan karbon untuk sensor, aplikasi dalam elektrokimia, teknologi produksi dari material karbon, reologi dan bagaimana karbon didispersikan, serta aspek spektroskopi dari material karbon. Semoga pertemuan perdana ini dapat menjadi langkah awal untuk terjalinnya pertemuan berikutnya dan kerja sama antar peneliti dan pemangku kepentingan lain yang terkait.
(Hardiansyah, Humas Kawasan Serpong)